
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Komisi III DPRD Provinsi Riau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Riau di Ruang Rapat Komisi III, pekan lalu. Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja serta memperkuat arah kebijakan riset daerah agar lebih berdampak terhadap pembangunan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri didampingi anggota Komisi III Abdullah. Turut hadir dalam pertemuan itu Kepala BRIDA Riau Ronny B Leksono beserta jajaran yang memberikan pemaparan serta menjawab berbagai pertanyaan dari anggota dewan.
Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri dalam kesempatan itu menegaskan, kritik dan masukan yang disampaikan DPRD merupakan bagian dari komitmen untuk membangun dan meningkatkan kualitas kinerja BRIDA. Ia menekankan, lembaga riset daerah harus mampu memberikan kontribusi nyata, tidak hanya dalam bentuk kajian akademis, tetapi juga dalam implementasi kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Sebagaimana tekad kami, setiap kritik yang disampaikan adalah untuk membangun. Semangat kami jelas, bagaimana BRIDA ke depan dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan PAD. Selama ini kita melihat bahwa pengelolaan potensi pajak dan sumber pendapatan lainnya belum berjalan maksimal,” ujar Edi Basri.
Menurutnya, BRIDA memiliki peran strategis dalam merumuskan kebijakan berbasis riset yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah. Oleh karena itu, ia mendorong agar BRIDA tidak hanya berfokus pada penelitian normatif, melainkan juga menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berorientasi pada solusi.
Edi Basri juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak swasta, khususnya perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Riau. Ia menilai sinergi tersebut dapat memperkuat kualitas riset sekaligus mempercepat implementasi hasil penelitian.
Baca Juga: 70 Kasus Kebakaran sejak Januari
“Kita perlu mengembangkan perencanaan program secara bersama-sama agar memiliki daya saing tinggi. Termasuk menjalin komunikasi dan pertemuan dengan perusahaan besar yang dapat membantu mendukung riset-riset strategis, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan daerah,” tambahnya.
Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPRD Riau Abdullah menekankan pentingnya fokus dan ketepatan dalam penggunaan anggaran riset. Ia mengingatkan agar setiap program yang dirancang benar-benar memiliki arah yang jelas serta mampu memberikan dampak terukur terhadap pembangunan ekonomi daerah.
“Anggaran riset ini perlu diseleksi secara cermat. Harus dipastikan mana yang benar-benar menjadi prioritas dan ingin kita capai. Investasi di sektor hilir juga perlu didorong, namun tentu harus didukung dengan kajian yang matang, terukur, dan memiliki peta jalan yang jelas,” jelas Abdullah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




