BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan hingga Sabtu (7/3/2026) pukul 16.00 WIB, kondisi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar masih dalam keadaan nihil kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Adi Candra Lukita, menjelaskan berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kampar diperkirakan berawan.
"Suhu udara berkisar antara 28 hingga 29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 69 persen. Kecepatan angin tercatat sekitar 11 kilometer per jam dengan arah angin dari barat laut, serta jarak pandang mencapai 9 kilometer," jelas Adi Candra.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan. BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar.
"Sementara itu, hingga laporan ini disusun tidak terdeteksi adanya titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kampar," tambahnya.
BPBD Kampar juga melaporkan kondisi kualitas udara berdasarkan data AQMS/ISPU pada pukul 16.00 WIB. Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 93 dengan kategori sedang, dengan parameter kritis PM2,5.
Selain itu, hasil pemantauan terhadap PLTA Koto Panjang, Sabtu (7/3/2026) pukul 07.00 WIB menunjukkan elevasi waduk berada pada 76,99 meter di atas permukaan laut (mdpl). Debit outflow turbin tercatat 60,14 meter kubik per detik, dengan inflow waduk pada angka yang sama, yakni 60,14 meter kubik per detik.
BPBD Kabupaten Kampar menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan prakiraan cuaca serta Indeks Standar Pencemar Udara guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Menurut Adi Candra, laporan ini merupakan bagian dari pemantauan rutin BPBD untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dan terkendali.
Editor : Rinaldi