KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan kondisi terkini kebencanaan hidrometeorologi di Kabupaten Kampar hingga Ahad (19/4/2026) pukul 16.00 WIB dalam keadaan aman dan terkendali.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, berdasarkan laporan resmi BPBD, tidak terdapat kejadian bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Kampar pada hari tersebut.
"Masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca," jelas Adi Candra.
Baca Juga: Di Kuansing Harga Baru Gas LPG 12 Kg dan 5,5 Kg Sudah Langsung Berlaku
Menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kondisi cuaca di wilayah Kampar diperkirakan berawan dengan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang, khususnya di wilayah Kampar Kiri Hulu.
Suhu udara berkisar antara 28–30°C dengan kelembapan mencapai 82 persen.
Selain itu, BPBD juga melaporkan tidak terdapat titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kampar pada hari yang sama.
Sementara itu, kualitas udara berdasarkan data AQMS/ISPU menunjukkan nilai 89 dengan kategori sedang, dengan parameter kritis berasal dari partikel PM2,5. Kondisi ini masih berada pada tingkat yang relatif aman, namun masyarakat tetap disarankan mengurangi aktivitas luar ruang secara berlebihan jika sensitif terhadap polusi udara.
Baca Juga: Lambung Sehat Bukan Mimpi, Faxuprazan Karya Daewong Resmi Dapatkan Persetujuan BPOM
Dari sektor pengelolaan air, update kondisi waduk PLTA Koto Panjang pada pukul 13.00 WIB mencatat elevasi air berada di level 81,44 mdpl. Debit air masuk (inflow) tercatat sebesar 464,08 m³ per detik, sementara debit air keluar melalui turbin (outflow) mencapai 156,51 m³ per detik.
Adi Candra menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca dan potensi bencana di wilayah Kabupaten Kampar.
"Mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat disertai angin kencang serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing," jelas Adi Candra.(Kom)
Editor : M. Erizal