KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar, Kamis (21/5/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita mengatakan, hingga Kamis sore kondisi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kampar masih dalam keadaan aman dan terkendali.
“Berdasarkan laporan harian BPBD, tidak terdapat kejadian bencana maupun titik panas (hotspot) di wilayah Kampar,” ujar Adi Candra.
Baca Juga: Bangkitkan Semangat Kemanusiaan, Ratusan Pejuang Energi PHR Sukses Kumpulkan 235 Kantong Darah
Meski demikian, BPBD tetap meminta masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem sesuai peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurut prakiraan BMKG, cuaca di wilayah Kampar diperkirakan cerah berawan dengan suhu berkisar 28 hingga 30 derajat Celsius dan kelembapan udara mencapai 75 persen.
Namun, BMKG juga memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah daerah, seperti Kampar Kiri, Kampar Kiri Hilir, Kampar Kiri Tengah, Gunung Sahilan, Bangkinang Kota, Tambang, Salo, dan Kampar Timur.
Baca Juga: Pasca Musibah di Kuok, Wabup Misharti Ingatkan Bahaya Arus Sungai Kampar
Selain kondisi cuaca, kualitas udara di Kabupaten Kampar saat ini berada pada kategori sedang dengan nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sebesar 88 dan parameter kritis PM2,5.
BPBD Kampar juga menyampaikan perkembangan kondisi PLTA Koto Panjang. Hingga pukul 13.00 WIB, elevasi waduk tercatat berada di angka 82,27 mdpl dengan inflow dan outflow turbin masing-masing sebesar 231,85 meter kubik per detik.
Adi Candra mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan banjir dan longsor, agar terus memantau perkembangan cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. (kom)
Editor : M. Erizal