Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

TBS Turun, Harga Pupuk Tetap Tinggi, Petani Sawit Kampar Tertekan

Komarudin • Minggu, 31 Mei 2026 | 18:59 WIB
Petani menyusun tandan buah segar kelapa sawit di kabupaten Kampar baru-baru ini. (Soleh Saputra/Riaupos.co)
Petani menyusun tandan buah segar kelapa sawit di Kampar baru-baru ini. (Soleh Saputra/Riaupos.co)

 

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Turunnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani menjadi sekitar Rp2.500 per kilogram membuat petani sawit di Kabupaten Kampar mengeluhkan semakin beratnya biaya produksi. Kondisi ini diperparah dengan harga pupuk yang hingga kini masih tergolong tinggi.

Salah seorang petani sawit di Kampar Kiri Hulu, Yanuar, mengaku pendapatan petani semakin tertekan akibat penurunan harga TBS dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, harga yang diterima petani saat ini tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk merawat kebun.

"Harga TBS sekarang hanya sekitar Rp2.500 per kilogram. Sementara harga pupuk masih mahal. Kondisi ini tentu membuat petani kesulitan karena biaya produksi tidak seimbang dengan hasil yang diperoleh," ujar Yanuar, Ahad (31/5/2026).

Baca Juga: Seni Tradisional Dorong Pelestarian Warisan Leluhur, Pagelaran Seni Budaya Tradisional di Car Free Night Bengkalis

Ia menjelaskan, pupuk menjadi salah satu kebutuhan utama dalam menjaga produktivitas tanaman sawit. Namun tingginya harga pupuk membuat sebagian petani terpaksa mengurangi dosis pemupukan atau bahkan menunda perawatan kebun.

Menurut Yanuar, jika kondisi tersebut terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada produktivitas kebun sawit milik petani dalam jangka panjang. Penurunan hasil panen berpotensi terjadi akibat kurang optimalnya perawatan tanaman.

Petani berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi yang mereka hadapi, terutama terkait stabilitas harga TBS dan ketersediaan pupuk dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga: Warga Diminta Waspada Terhadap Potensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Kampar

Selain itu, petani juga berharap adanya langkah konkret untuk menjaga harga TBS di tingkat petani agar tetap berada pada level yang menguntungkan dan mampu menutupi biaya operasional kebun.

"Kami berharap harga sawit bisa kembali membaik sehingga petani tetap bisa merawat kebun dengan baik dan memenuhi kebutuhan keluarga," harapnya.

Saat ini, sektor perkebunan kelapa sawit masih menjadi salah satu sumber mata pencaharian utama masyarakat di Kabupaten Kampar. Karena itu, fluktuasi harga TBS sangat memengaruhi kondisi ekonomi petani dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari komoditas tersebut. (kom)

Editor : M. Erizal
#Harga Pupuk Sawit #petani sawit #harga sawit