KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai 25 Februari hingga 30 November 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kampar Azwan mengatakan fenomena El Nino yang diprediksi terjadi tahun ini berpotensi menyebabkan cuaca lebih kering dan meningkatkan risiko terjadinya karhutla di sejumlah wilayah.
“Berdasarkan informasi dari BMKG, fenomena El Nino diperkirakan menyebabkan cuaca lebih kering. Puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus hingga Oktober sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan menjadi sangat tinggi,” ujar Azwan usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Perkuat Penanganan Banjir, Siap Siagakan Alat Berat di Setiap Kecamatan
Menurutnya, suhu udara selama periode tersebut diperkirakan berkisar antara 35 hingga 38 derajat Celsius. Kondisi itu dapat mengurangi ketersediaan sumber air, terutama di wilayah gambut dan lahan mineral yang rentan terbakar.
“Curah hujan masih ada, tetapi jumlahnya sangat rendah. Akibatnya, sumber air semakin menipis dan potensi kebakaran meningkat, khususnya di daerah gambut,” katanya.
Untuk menghadapi ancaman tersebut, BPBD Kampar telah meningkatkan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, di antaranya TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Basarnas, Manggala Agni, serta unsur lainnya yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Azwan juga meminta para camat dan kepala desa untuk aktif mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menegaskan, tindakan pembakaran lahan dapat dikenakan sanksi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jika ditemukan pelanggaran, akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diharapkan turut berperan dalam upaya pencegahan dengan melakukan penanganan awal apabila menemukan titik api berskala kecil sebelum melaporkannya kepada petugas.
Baca Juga: Wako Agung Nugroho Pimpin Gotong Royong Bersihkan Jalan Arifin Ahmad
“Kalau ada kebakaran skala kecil, diharapkan masyarakat, pemerintah desa, atau kelompok peduli api dapat melakukan pemadaman awal terlebih dahulu sebelum tim dari kabupaten turun ke lokasi,” ujarnya.
Terkait kesiapan personel dan peralatan, Azwan memastikan seluruh unsur yang tergabung dalam penanganan karhutla telah disiagakan. Armada pemadam kebakaran juga dipersiapkan untuk mendukung distribusi air ke wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air saat musim kemarau.
Ia menambahkan, status siaga karhutla telah diberlakukan sejak Februari 2026 sebagai langkah deteksi dini dan mitigasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar.
“Sejak Juni ini kami sudah memasuki status siaga. Seluruh potensi yang ada terus kami gerakkan untuk melakukan mitigasi dan deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya. (kom)
Editor : M. Erizal