BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Masyarakat Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dapat merealisasikan pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Desa Sungai Sarik dan Lubuk Agung.
Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Tokoh muda Sungai Sarik Redo Antoni Sandra, meminta Pemkab Kampar meninjau langsung kondisi jembatan yang saat ini tengah direhabilitasi. Menurutnya, pengawasan perlu dilakukan agar kualitas pekerjaan sesuai harapan masyarakat dan memiliki daya tahan yang lebih baik.
Redo menilai anggaran yang dialokasikan untuk rehabilitasi jembatan tersebut masih terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang lebih layak dan permanen. Karena itu, ia khawatir hasil pekerjaan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan berpotensi kembali mengalami kerusakan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Naik Tipis, Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Pekan Ini Jadi Rp3.785 per Kg
"Jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat. Selain menjadi jalur utama keluar-masuk warga, jembatan ini juga menunjang aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah Sungai Sarik dan Lubuk Agung," ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Ia juga menyoroti penggunaan lantai kayu pada jembatan yang sedang direhabilitasi. Menurutnya, material tersebut memiliki tingkat ketahanan yang terbatas, terutama jika digunakan setiap hari oleh masyarakat.
"Kalau hanya dilakukan rehabilitasi dengan kondisi seperti sekarang, besar kemungkinan dalam beberapa bulan atau satu tahun ke depan akan mengalami kerusakan lagi," katanya.
Baca Juga: 451 Mahasiswa Luar Negeri dari 35 Negara Mendaftar ke Umri
Redo berharap pemerintah daerah tidak menjadikan efisiensi maupun keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk mengabaikan kebutuhan infrastruktur yang mendesak. Ia menegaskan masyarakat membutuhkan fasilitas yang aman, layak, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Selain itu, ia meminta Pemkab Kampar mempertimbangkan pembangunan jembatan permanen agar anggaran daerah tidak terus-menerus digunakan untuk pekerjaan perbaikan yang sama.
"Harapan kami, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Jembatan ini merupakan akses penting bagi warga sehingga perlu dibangun dengan kualitas yang baik dan berkelanjutan," tutupnya. Diketahui, jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Sungai Sarik dengan Desa Lubuk Agung di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.