Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soal Jembatan Sungai Sinambek, Ini Pendapat Ketua DPRD Kuansing

D
Penulis: Desriandi Candra❯

Kondisi Jembatan Sungai Sinambek  terlihat lancar dilalui pengendara. Baik roda dua maupun roda empat dan truk meski bergelombang.
Kondisi Jembatan Sungai Sinambek terlihat lancar dilalui pengendara. Baik roda dua maupun roda empat dan truk meski bergelombang.


Advertisement

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) -- Jembatan Sungai Sinambek menghubungkan Desa Muaro Sentajo-Desa Pulau Komang Sentajo-Desa Teratak Air Hitam Kecamatan Sentajo Raya. Jembatan ini menjadi jalur alternatif masyarakat menuju kecamatan lainnya dibagian hilir Kuansing.

Lalu lintasnya pun pada Kamis (5/3/2026), terlihat lancar dilalui kendaraan. Baik roda dua, mobil pribadi maupun mobil pengangkut buah sawit dan kendaraan lainnya lalu lalang di kisaran jembatan.

Meski tanah timbunan jembatan yang dilakukan masyarakat itu tidak rata dan bergelombang, pengendara tetap melintasinya. Memang melintasi ruas jalan ini, rentang waktunya jauh lebih pendek dari jalan poros Teluk Kuantan-Cerenti. Sehingga pengendara tetap memilih melewati ruas jalan ini meski dalam kondisi darurat.

Advertisement

Makanya meski ditutup pemerintah, warga memilih membuka kembali akses jalan itu dan memperbaikinya dengan cara menimbuni jembatan itu dengan tanah.

Ketua DPRD Kabupaten Kuansing, H Juprizal SE MSi memahami inisiatif kedua belah pihak, baik tindakan pemerintah maupun masyarakat. Ia menilainya tindakan keduanya sama-sama bertujuan baik.

Pemerintah, kata Juprizal, melakukan penutupan jalan itu untuk melindungi keselamatan masyarakat. Dimana Jembatan Sungai Sinambek atau Sungai Lintang itu, rusak berat dan tidak layak untuk dilalui. Bila tetap dilalui dengan kondisi yang tidak layak itu, bisa menimbulkan bahaya atau korban dari masyarakat yang lewat.

Advertisement

Pemerintah dan DPRD sendiri, sudah menganggarkan dana sekitar Rp9 miliar untuk pembangunan jembatan permanen Sungai Sinambek ini, termasuk perencanaan dan pengawasannya. Hanya saja, tentu tidak serta merta langsung dibangun. Ada proses dan tahapan yang memakan waktu dan harus dilakukan pemerintah.

Sementara di satu sisi, ruas jalan itu memiliki peran vital bagi masyarakat Kuansing. Tidak saja masyarakat di Kecamatan Sentajo Raya, tapi semua masyarakat Kuansing.

Karena ruas jalan itu, jalan penghubung desa, kecamatan dengan ibu kota, menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, bagi pegawai, petani, sopir dan lainnya.

Sebenarnya, lanjut Juprizal, ada jalan alternatif yang bisa dilalui masyarat atau pengendara. Sebelum Jembatan Sungai Sinambek ada ruas jalan lingkar ke Desa Muaro Sentajo-Desa Pulau Komang. "Dan tidak beda jauh jaraknya, serta lebih aman," ujar Juprizal.

Juprizal pun menyarankan, bila masyarakat memiliki aspirasi agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk disampaikan ke pemerintah kabupaten. Sehingga aspirasi itu bisa berjalan dengan baik.

Juprizal pun berharap, rencana pembangunan Jembatan Sungai Sinambek itu tetap dilanjutkan dan menjadi skala prioritas pemerintah daerah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

DPRD Minta Perusahaan Berkontribusi Bangun Kuansing, Besok Akan Minta Komitmen Dua Perusahaan

DPRD Minta Perusahaan Berkontribusi Bangun Kuansing, Besok Akan Minta Komitmen Dua Perusahaan

DPRD Kuansing pinta perusahaan yang beroperasi Negeri Jalur berkontribusi membangun Kuansing, Besok akan minta komitmen dua perusahaan.

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing dan 10 Saksi Lainnya  

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing dan 10 Saksi Lainnya  

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan mengatakan Komisi Antirasuah kembali memeriksa 10 saksi dalam kasus Suhardiman Amby,

KPK Dalami Nominal Uang Dalam Amplop Suhardiman, Laporan Gratifikasi Raja Juli Tahap Analisis, DPRD Kuansing Sebut PKH Tidak Pernah Dibahas

KPK Dalami Nominal Uang Dalam Amplop Suhardiman, Laporan Gratifikasi Raja Juli Tahap Analisis, DPRD Kuansing Sebut PKH Tidak Pernah Dibahas

KPK dalami dugaan amplop dari Bupati Kuansing nonaktif ke Menhut, termasuk nominal uang dan asal dana dari KUD petani.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer