
KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan tidak ada kejadian bencana hidrometeorologi maupun titik panas (hot spot) di wilayah Kabupaten Kampar hingga Senin (29/6/2026) sore.
Meski kondisi terpantau aman, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita mengatakan, hingga laporan terakhir tidak terdapat kejadian bencana yang dilaporkan di wilayah Kabupaten Kampar.
Baca Juga: Ditinjau Menag Nasaruddin Umar, Stan Bazar Inhu Ramai Dikunjungi dan Produk UMKM Laris Terjual
“Berdasarkan data yang kami terima hingga sore ini, tidak ada laporan kejadian bencana di Kabupaten Kampar. Namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” ujar Adi Candra.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, kondisi cuaca di Kabupaten Kampar diperkirakan cerah berawan dengan suhu udara berkisar 29 hingga 31 derajat Celsius. Kelembapan udara tercatat sekitar 70 persen dengan kecepatan angin 6 kilometer per jam yang bertiup dari arah timur.
Meski demikian, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah, yakni Kecamatan Siak Hulu, Tapung, Tapung Hilir, dan Tapung Hulu.
Baca Juga: Toyota Luncurkan New Hilux: Adopsi Mesin 1GD yang Lebih Bertenaga dan Desain Lebih Tangguh
Selain kondisi cuaca, BPBD Kampar juga mencatat tidak ditemukan titik panas di wilayah Kabupaten Kampar selama periode pemantauan. Hingga pembaruan data dilakukan, tidak ada laporan kebakaran hutan dan lahan maupun bencana lainnya yang masuk ke BPBD.
Sementara itu, kualitas udara di Kabupaten Kampar masih berada pada kategori sedang. Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada pukul 16.00 WIB, nilai ISPU tercatat sebesar 90 dengan parameter dominan PM2,5.
Di sisi lain, kondisi Waduk PLTA Koto Panjang juga terpantau stabil. Berdasarkan data pukul 13.00 WIB, elevasi waduk berada pada level 81,04 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara itu, debit inflow dan outflow turbin masing-masing tercatat sebesar 186,64 meter kubik per detik.
BPBD Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat atau kejadian bencana di lingkungan sekitar.
Baca Juga: IPOT Luncurkan AI Analytics & Trade Flow: AI-Powered Trading Platform Pertama di Indonesia
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada, terutama warga yang berada di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” tutup Adi Candra.(kom)
Editor : Edwar Yaman