BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Upaya perbaikan ruas jalan Lipatkain-Gema di Kecamatan Kampar Kiri terus dimatangkan melalui kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat. Perbaikan jalan tersebut dilakukan melalui pola gotong-royong tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno, Camat Kampar Kiri, Upika, perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Kampar, kepala desa, serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Kampar Kiri, Rabu (1/7/2026).
Menurut Eko, pertemuan tersebut membahas finalisasi pelaksanaan lanjutan perbaikan ruas jalan Lipatkain-Gema yang selama ini menjadi akses utama masyarakat dan jalur distribusi hasil perkebunan serta kegiatan ekonomi warga.
Baca Juga: Lantik Ratusan PNS, Plt Gubri Minta Jika Ada Atasan Ajak Berbuat Salah Segera Laporkan
"Alhamdulillah, kami berdiskusi bersama Upika Kampar Kiri, pemerintah desa, PUPR dan pihak perusahaan terkait lanjutan perbaikan ruas jalan Lipatkain-Gema. Pendanaan kegiatan ini bukan berasal dari APBD, melainkan melalui pola gotong-royong perusahaan-perusahaan yang berada di Kecamatan Kampar Kiri," ujar Eko.
Ia mengatakan, selama ini banyak pihak mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Namun, melalui pertemuan tersebut seluruh pihak sepakat tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga berkontribusi dalam penyelesaiannya.
'Kalau hanya mengumpulkan persoalan tanpa solusi, tentu jalan ini tidak akan kunjung diperbaiki. Karena itu kami menggandeng seluruh pihak, mulai dari kecamatan, desa, perusahaan hingga masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi," katanya.
Baca Juga: Kenakan Rompi Oranye, Suhardiman Amby Bungkam saat Digiring ke Mobil Tahanan
Eko menjelaskan, pelaksanaan lanjutan perbaikan jalan dijadwalkan dimulai pada 8 Juli 2026. Pekerjaan akan difokuskan pada ruas Simpang Lubuk Agung menuju Desa Gema yang selama ini menjadi titik kerusakan cukup parah.
Sementara itu, ruas Simpang Rakit Godang hingga Simpang Lubuk Agung sebelumnya sudah lebih dahulu diperbaiki oleh salah satu perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Insya Allah pada 8 Juli nanti kita mulai pelaksanaan lanjutan perbaikan ruas Simpang Lubuk Agung menuju Desa Gema. Sedangkan ruas Simpang Rakit Godang sampai Simpang Lubuk Agung sudah dikerjakan oleh pihak perusahaan bersama warga dengan gotong-royong," jelasnya.
Baca Juga: Surat Edaran Jadi Alarm, Disdikbud Meranti Belum Temukan Pelanggaran Jual Seragam
Dalam pelaksanaannya, sejumlah perusahaan menyatakan kesediaan untuk berkontribusi dalam bentuk material, alat berat, maupun dukungan operasional lainnya. Perbaikan dilakukan dengan sistem tambal sulam menggunakan material beton pada titik-titik kerusakan yang dianggap paling mendesak.
Menurut Eko, perbaikan secara gotong-royong tersebut menjadi langkah awal untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sambil menunggu penanganan yang lebih permanen melalui program pemerintah.
Ia juga mengapresiasi kehadiran perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Kampar dalam rapat tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya bersama memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah Kampar Kiri. "Terima kasih atas komitmen seluruh pihak yang sudah hadir dan bersedia berkontribusi. Semoga semangat gotong-royong ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mempercepat perbaikan infrastruktur di Kampar Kiri," tutupnya.
Editor : Rinaldi