KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan hingga Jumat (3/7/2026) sore, tidak terdapat kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar.
Berdasarkan laporan harian BPBD Kampar, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kampar diprakirakan berawan dengan suhu berkisar 25–27 derajat Celsius, kelembapan udara 88 persen, serta kecepatan angin sekitar 6 kilometer per jam dari arah tenggara. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Ir. Azwan MAi melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kampar Adi Candra Lukita menjelaskan, berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, sebagian wilayah Kabupaten Kampar masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Baca Juga: Bea Cukai Sita 652 Unit Handphone Bekas Merek iPhone yang Dibawa Menggunakan MV Oceanna 5
"Hingga laporan hari ini diterbitkan, tidak ada kejadian bencana yang terjadi di Kabupaten Kampar. Namun demikian, masyarakat tetap kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang sebagaimana peringatan dini yang telah dikeluarkan BMKG," ujar Adi Candra Lukita.
Selain itu, BPBD Kampar juga mencatat tidak terdapat titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kampar. Kondisi ini menunjukkan situasi kebencanaan di daerah tersebut masih relatif terkendali.
Dari sisi kualitas udara, berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS), nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kabupaten Kampar berada pada angka 94 atau kategori sedang dengan parameter kritis PM2,5.
Baca Juga: Dua Rumah Warga di Tembilahan Ludes Terbakar
Sementara itu, hasil pemantauan Waduk PLTA Koto Panjang menunjukkan elevasi waduk berada pada level 81,27 meter di atas permukaan laut (mdpl). Adapun debit air masuk (inflow) dan debit air keluar melalui turbin (outflow) masing-masing tercatat sebesar 182,55 meter kubik per detik.
Adi menambahkan, BPBD Kampar terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca, kondisi sungai, dan potensi ancaman bencana lainnya guna memastikan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat atau kejadian yang berpotensi menimbulkan bencana di lingkungan masing-masing," tutupnya.(kom)
Editor : M. Erizal