Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kemacetan Panjang Terjadi di Perbatasan Riau–Sumbar Akibat Perbaikan Jalan, Pengendara Terjebak hingga Dua Jam

Kamaruddin • Senin, 6 Juli 2026 | 12:01 WIB
Arus lalu lintas di ruas jalan perbatasan Provinsi Riau dan Sumatera Barat mengalami kemacetan panjang akibat adanya pekerjaan perbaikan jalan, Ahad (5/7/2026) malam. (Tangkapan layar warga untul Riaupos.co)
Arus lalu lintas di ruas jalan perbatasan Provinsi Riau dan Sumatera Barat mengalami kemacetan panjang akibat adanya pekerjaan perbaikan jalan, Ahad (5/7/2026) malam. (Tangkapan layar warga untul Riaupos.co)

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Arus lalu lintas di ruas jalan perbatasan Provinsi Riau dan Sumatera Barat mengalami kemacetan panjang akibat adanya pekerjaan perbaikan jalan. Untuk menjaga keselamatan pekerja dan pengguna jalan, petugas menerapkan sistem buka tutup arus lalu lintas pada Ahad (5/7/2026) malam.

Akibat kebijakan tersebut, antrean kendaraan mengular dari kedua arah, baik dari Riau menuju Sumatera Barat maupun sebaliknya. Kendaraan roda dua, mobil pribadi, bus antarkota, hingga truk angkutan barang tampak harus mengantre menunggu giliran melintas di lokasi pekerjaan.

Salah seorang pengendara, Juliardi, warga Bangkinang, mengaku harus menghabiskan waktu hampir dua jam akibat terjebak kemacetan saat melintas dari Sumatera Barat menuju Bangkinang.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, BPBD Kampar Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

"Semalam saya dari Sumbar menuju Bangkinang dan terjebak kemacetan cukup panjang di kawasan perbatasan. Hampir dua jam kami menunggu sebelum akhirnya bisa melintas," ungkap Juliardi, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, kemacetan mulai terjadi karena arus kendaraan yang cukup padat bertepatan dengan adanya pengerjaan perbaikan badan jalan. Sistem buka tutup yang diterapkan membuat kendaraan harus berhenti dalam waktu yang cukup lama hingga jalur dinyatakan aman untuk dilalui.

Selama menunggu, antrean kendaraan mengular. Sejumlah pengendara bahkan memilih mematikan mesin kendaraan untuk menghemat bahan bakar sembari menunggu giliran melintas.

Baca Juga: Mi Sagu Instan asal Meranti Tembus Pasar Luar Negeri

Meski merasa perjalanan menjadi lebih lama, Juliardi memahami bahwa perbaikan jalan memang diperlukan demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Ia berharap pekerjaan tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin agar arus lalu lintas kembali normal.

"Kita tentu mendukung perbaikan jalan karena untuk kepentingan bersama. Namun semoga pengerjaannya bisa segera selesai sehingga tidak lagi menyebabkan antrean kendaraan yang panjang," harapnya.

Ruas jalan penghubung Riau–Sumatera Barat merupakan salah satu jalur utama yang setiap harinya dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, maupun kendaraan logistik. Saat terjadi pekerjaan perbaikan jalan, kepadatan lalu lintas kerap tidak dapat dihindari, terutama pada waktu-waktu dengan volume kendaraan yang tinggi.

Baca Juga: Masih Tersedia 3.350 Kursi di 108 SD Negeri

Pengendara yang akan melintasi kawasan perbatasan diimbau untuk mengatur waktu perjalanan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tetap menjaga ketertiban selama antrean berlangsung guna menghindari terjadinya kemacetan yang lebih parah maupun kecelakaan lalu lintas.

Kemacetan juga terjadi di kisaran Km 35 jalan Pekanbaru-Bangkinang. Kemacetan juga akibat perbaikan jalan. "Macet panjang, sudah hampir setengah jam macetnya. Titik kemacetan di Desa Danto," ujar Jumari, warga Pekanbaru. Dia meminta pengendara pandai mencari jalan dan waktu.



 

Editor : Rinaldi
#perbaikan jalan #perbatasan riau-sumbar #jalan macet