Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemakaman Ali Khamenei; Arti Pemimpin Sejati

R
Penulis: Redaksi❯
Imam Ghozali | Dekan Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.(jpg)
Imam Ghozali | Dekan Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.(jpg)

Advertisement

 

Beberapa hari ini media sosial mdan edia online penuh dengan berita pemakaman pemimpin terting­gi negara Iran: Ayatollah Ali Khamenei. Ada sekitar 20 juta orang rakyat Iran menghadiri pemakaman tersebut. Jadi, sekitar seperlima rakyat Iran-jumlah keseluruhan 90 juta jiwa-datang pada pemakaman tersebut. Walhasil, ini menjadi peristiwa pemakaman terbesar di era modern.

Penghormatan juga datang dari utusan negara luar negeri. Hadir lebih dari 30 kepala negara dan 100 lebih pejabat tinggi negara asing pada prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Di tengah krisis geopolitik Iran vs AS dan Israel, peristiwa tersebut menunjukan bahwa pemerintah negara Iran mempunyai legitimasi politik yang sangat kuat di dunia internasional. 

Advertisement

Ia telah memainkan strategi catur politik yang sangat cantik. Kekuatan baru di Timur Tengah bukan lagi AS atau Israel, tapi Iran. Ditengah segala bentuk embargo ekonomi dari AS selama berpuluh-puluh tahun, Iran bergerak dalam kesunyian menjadikan diri raksasa politik yang mengguncangkan seluruh strategi politik internasional. Kini dunia internasional benar-benar terbelah dalam menentukan sikap sikap-apakah tetap bersekutu dengan AS dan Israel atau Iran.

Legitimasi politik Ayatollah Ali Khamenei luarbiasa. Ia bukan hanya simbol kekuatan perlawanan politik terhadap kaum imperialisme-dalam hal ini barat dan Israel- tapi juga perlawanan politik spiritual dengan kekuatan melawan hawa nafsu. 

Advertisement

Media-media sosial, youtube, media online dan media elektronik pemerintah Iran dan pro terhadap pemerintahannya telah membangun image sangat positif tentang ajaran-ajaran agama Islam yang sangat membumi di hati masyarakat. Ketika Ayatollah Ali Khamenei berbicara tentang hidup penuh kesyuhudan, ia telah mencontohkan pada dirinya. 

Baju gamis yang ia pakai adalah baju gamis tiga puluh tahun yang lalu. Rumah yang ia tempati dan rumah-rumah anak-anaknya adalah rumah kontrakan. Padahal, Ali Khamenei telah berkuasa selama 36 tahun lebih 9 bulan sebagai pemimpin ter­tinggi Iran. Akhir hidupnya, ia tidak mempunyai kekayaan kecuali kekayaan berupa rasa cinta rakyat Iran kepada nya.

Ketika berbicara cinta, saya sungguh tersentuh saat ada seorang anak laki-laki yang masih berusia sekitar 12 tahun datang di hadapan Ali Khamenei. Ia datang meminta doa agar bisa mati syahid membela agama dan negara. Dengan lembut dan penuh kasih sayang, Ali Khamenei menasihat kepadanya agar belajar aga­ma yang rajin, menuntut ilmu yang luas, hingga usia mencapai 80 tahun baru bisa mati syahid.

Pada salah satu pidato yang sangat menyentuh hatiku yaitu ketika Ali Khamenei juga menggambarkan seorang istri seperti oksigen. Istri adalah sumber kehidupan yang terus memberi nafas kehidupan sepanjang masa. Istri laksana mewangian yang terus menerus memberi kesegaran dan keharuman kepada suami dan anak-anaknya. 

Keberanian melawan imperialisme, keteguhan terhadap pola hidup syuhud, dan kelembutan terhadap kaum perempuan, anak-anak serta kecintaan yang tulus terhadap rakyatnya menyebabkan masyarakat Iran sangat kehilangan nya. lautan tangisan benar-benar menyelimuti wilayah Iran. Bahkan aura kesedihan yang mendalam bahkan menembus batas-batas teritorial negara asing.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Iran Lanjutkan Perundingan dengan AS usai Pemakaman Khamenei

Iran Lanjutkan Perundingan dengan AS usai Pemakaman Khamenei

Iran berencana lanjutkan perundingan dengan AS usai pemakaman Ali Khamenei di tengah tekanan kelompok garis keras.

Iran Tak Biarkan Setetes Minyak Lolos Selat Hormuz

Iran Tak Biarkan Setetes Minyak Lolos Selat Hormuz

Iran mengancam blokir Selat Hormuz di tengah konflik dengan AS. Ketegangan ini memicu kekhawatiran pasokan energi global.

Serangan Iran di Jordania Tewaskan Dua Tentara AS

Serangan Iran di Jordania Tewaskan Dua Tentara AS

Dua tentara AS tewas akibat serangan Iran di Jordania. Washington membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas militer Iran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer