KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk ”Penguatan Tata Kelola dan Strategi Pengembangan Usaha Pariwisata melalui Edukasi Digital Marketing, Literasi Keuangan, dan Pengembangan Paket Wisata Berdaya Saing” di Hutan Adat Imbo Putuih, Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Umri dalam mendukung pengembangan Hutan Adat Imbo Putuih sebagai destinasi ekowisata berbasis konservasi dan kearifan lokal yang memiliki potensi besar menjadi salah satu ikon wisata unggulan di Provinsi Riau.
Kegiatan yang dihadiri Wakil Dekan FEB Umri, Ketua Program Studi Akuntansi, dosen dan mahasiswa akuntansi, serta pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Lembaga Pengelola Hutan Adat (LPHA), Pembibitan Soko Kampuong, dan masyarakat setempat ini difokuskan pada penguatan kapasitas kelembagaan dan pengelolaan usaha wisata. Ketua Program Studi Akuntansi FEB Umri, Siti Samsiah SE MAk PhD mengatakan, penguatan tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan, pemasaran digital, serta inovasi produk wisata menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata berbasis masyarakat.
Baca Juga: UPTJJ Wilayah V PUPR Riau Perbaiki Jalan Lintas Petapahan-Gelombang
Dalam kegiatan tersebut, Wira Ramashar SE MAk PhD memberikan materi literasi keuangan yang menekankan pentingnya pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas, penyusunan laporan keuangan sederhana, dan perencanaan anggaran sebagai fondasi pengelolaan usaha wisata yang transparan dan berkelanjutan. Sementara itu, Dr Evi Marlina SE MAk memaparkan strategi penyusunan paket wisata yang mengintegrasikan wisata alam, edukasi lingkungan, konservasi hutan adat, dan budaya lokal sehingga mampu meningkatkan daya tarik serta lama kunjungan wisatawan. Edukasi mengenai digital marketing juga disampaikan oleh Dian Puji Puspitasari SE MAk melalui materi tentang pemanfaatan media sosial, pembuatan konten promosi kreatif, dan penguatan identitas digital destinasi wisata.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan konsultasi antara tim dosen dengan pengurus Pokdarwis, LPHA, Pembibitan Soko Kampuong, serta masyarakat mengenai pengelolaan kelembagaan, strategi promosi, pengembangan paket wisata, hingga upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Ketua Pokdarwis Imbo Putui, Said Afrizal SPd mengapresiasi pendampingan yang diberikan karena dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan pengelola destinasi dalam meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola wisata berbasis masyarakat.(ali/c)
Editor : Arif Oktafian