Kebakaran Lahan di Rimbo Panjang Capai 3 Hektare, Api Padam Namun Asap Masih Muncul

Kamaruddin • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:31 WIB
Tim TRC BPBD Kampar bersama Satgas Gabungan mèmadamkan api di Jalan Swadaya, Desa Rimba Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Kamis (13/8/2026). BPBD untuk Riaupos.co
Tim TRC BPBD Kampar bersama Satgas Gabungan mèmadamkan api di Jalan Swadaya, Desa Rimba Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Kamis (13/8/2026). BPBD untuk Riaupos.co

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Kebakaran lahan di Jalan Swadaya, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, memasuki hari ketiga penanganan pada Kamis (13/8/2026). Luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 3 hektare.

Berdasarkan laporan harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, kebakaran pertama kali dilaporkan pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 22.45 WIB.

Lahan yang terbakar merupakan kawasan mineral gambut dengan vegetasi berupa semak belukar. Kebakaran dikategorikan sebagai surface fire dan ground fire, yakni kebakaran yang terjadi di atas maupun di bawah permukaan tanah. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Baca Juga: Komit Jalankan Program Santunan Anak Yatim, Pelalawan Raih PPD Terbaik 2026 dari Pemprov Riau 

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, luas lahan yang terbakar bertambah secara bertahap selama dua hari pertama.

"Pada hari pertama luas lahan yang terbakar sekitar 1 hektare. Kemudian bertambah 2 hektare pada hari kedua. Pada hari ketiga tidak terdapat penambahan luas area terbakar, sehingga total lahan terdampak mencapai 3 hektare,” jelasnya.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Kampar, TNI, Polri, dan perangkat desa telah melakukan penyekatan serta pendinginan di lokasi kebakaran.

Baca Juga: Meranti Belum Mampu Raih Apresiasi Pemda Berprestasi, Ini Respon Bupati Asmar 

"Sejumlah peralatan dikerahkan dalam proses penanganan, di antaranya kendaraan operasional BPBD, mesin ministrateg, selang pemadam, nozzle jet dan jarum, serta peralatan komunikasi," jelas Adi Candra.

Adi Candra mengatakan, petugas masih menemukan sejumlah titik asap. Kondisi tersebut terjadi karena vegetasi gambut berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

Di sisi lain, BPBD Kampar mencatat terdapat lima titik panas (hotspot) pada Kamis (13/8/2026). Empat titik berada di Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung, sedangkan satu titik lainnya berada di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung. Seluruh titik tersebut memiliki tingkat kepercayaan (confidence) kategori sedang.

Baca Juga: Kualitas Udara Membaik, Hotspot di Riau Sisa 46

Sementara itu, berdasarkan informasi prakiraan cuaca BMKG yang tercantum dalam laporan BPBD, wilayah Kampar diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan dengan suhu 27–29 derajat Celsius dan kelembapan sekitar 61 persen.

Meski demikian, terdapat peringatan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar.

Untuk kualitas udara, data AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 16.50 WIB menunjukkan nilai ISPU 75 atau berada dalam kategori sedang. Parameter kritis yang terpantau adalah PM2,5.

Baca Juga: Besok, Tahapan Peringatan HUT RI di Inhu Dimulai, Ditutup Hiburan Rakyat, Hadirkan Artis Sultan 

BPBD Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di kawasan gambut. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun asap guna mempercepat penanganan dan mencegah meluasnya kebakaran.



Editor : Rinaldi
api padam asap masih muncul kebakaran lahan rimbo panjang