Kabut Asap Selimuti Perbatasan Kampar-Pekanbaru, Dua Titik Karhutla di Rimbo Panjang

Kamaruddin • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:11 WIB
Kalaksa BPBD Kampar Azwan. (Dok Riaupos.co)
Kalaksa BPBD Kampar Azwan. (Dok Riaupos.co)

 

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di perbatasan Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Kondisi tersebut masih terpantau hingga Ahad (23/8/2026).

Asap terlihat cukup pekat di kawasan yang menjadi jalur penghubung Kampar dan Pekanbaru. Kondisi ini membuat jarak pandang di sejumlah lokasi tampak berkurang, terutama pada waktu-waktu tertentu ketika asap terbawa angin dan berkumpul di kawasan permukiman maupun sepanjang jalan.

Kalaksa BPBD Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB BPBD Kampar, Adi Candra Lukita, mengatakan kabut asap yang menyelimuti kawasan perbatasan tidak sepenuhnya berasal dari kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Kampar.

Baca Juga: Pelatih Juventus Luciano Spaletti Sangat Tenang terkait Rumor Transfer Kenan Yildiz ke Arsenal

Menurutnya, asap yang terpantau di sejumlah wilayah Kampar juga merupakan kiriman dari daerah lain yang saat ini mengalami kebakaran hutan dan lahan. Di antaranya berasal dari wilayah Jambi dan Pelalawan.

“Asap selain kiriman dari Jambi dan Pelalawan, juga terjadi kebakaran di dua titik di wilayah Rimbo Panjang,” jelas Adi Candra.

Ia menjelaskan, keberadaan dua titik karhutla di Rimbo Panjang turut memperburuk kondisi udara di kawasan perbatasan Kampar-Pekanbaru. Asap dari titik kebakaran kemudian terbawa angin sehingga menyebar ke wilayah di sekitarnya.

Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Kuansing, Udara Terpantau Tidak Sehat

Meski demikian, kondisi kabut asap tersebut belum dirasakan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Kampar. Wilayah Bangkinang dan sejumlah kecamatan lainnya masih terpantau relatif aman dari paparan kabut asap.

“Untuk wilayah Bangkinang dan Kampar lainnya masih aman dari kabut asap. Untuk kualitas udara masih aman,” ujarnya.

BPBD Kampar, lanjut Adi Candra, terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api di Rimbo Panjang. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui pergerakan dan perkembangan kebakaran sekaligus mengantisipasi agar api tidak meluas ke kawasan lainnya.

Karhutla di Rimbo Panjang menjadi perhatian karena wilayah tersebut berada tidak jauh dari perbatasan Kampar-Pekanbaru yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi. Selain kawasan permukiman, jalur tersebut juga menjadi salah satu akses utama masyarakat yang melakukan perjalanan dari Kampar menuju Pekanbaru maupun sebaliknya.

Baca Juga: Kabut Asap Kiriman Kembali Selimuti Pekanbaru, BMKG: Pelalawan Terpantau 216 Hotspot

Kondisi kabut asap juga dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin. Karena itu, masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran maupun pengguna jalan di kawasan perbatasan diimbau tetap berhati-hati apabila jarak pandang mulai terganggu oleh asap.

BPBD Kampar memastikan perkembangan kondisi karhutla terus dipantau bersama unsur terkait. Upaya penanganan dilakukan untuk mencegah api meluas serta mengurangi dampak kebakaran terhadap masyarakat dan kualitas udara.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kemunculan titik api baru di sekitar permukiman atau lahan terbuka. Langkah cepat diperlukan agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas dan menghasilkan kepulan asap yang lebih besar.

Hingga Ahad, kondisi kabut asap paling terasa di kawasan perbatasan Kampar-Pekanbaru. Sementara wilayah Bangkinang dan sebagian besar wilayah Kabupaten Kampar lainnya masih berada dalam kondisi relatif aman dengan kualitas udara yang masih terpantau baik.(kom)

Editor : Edwar Yaman
bpbd kampar karhutla kabut Asap rimbo panjang