60 Hektare Lahan Gambut Rimbo Panjang Terdampak Karhutla, 15 Ha Masih Berasap

Kamaruddin • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:13 WIB
Satgas Gabungan memadamkan api yang membakar lahan di Desa Rimbo Panjang, Selasa (25/8/2026). Humas Polres untuk Riaupos.co
Satgas Gabungan memadamkan api yang membakar lahan di Desa Rimbo Panjang, Selasa (25/8/2026). Humas Polres untuk Riaupos.co

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan gambut Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, berdampak pada sekitar 60 hektare (Ha) lahan. Meski api telah dipastikan padam, proses pendinginan masih terus dilakukan karena sekitar 15 Ha lahan masih mengeluarkan asap.

Kondisi tersebut disampaikan Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan, di Aula Kantor Bupati Kampar, Rabu (26/8/2026).

Rakor dipimpin Bupati Kampar H Ahmad Yuzar didampingi Wakil Bupati Misharti. Turut dihadiri Ketua DPRD Ahmad Taridi, Dandim 0313/Kampar, Kapolres, unsur kejaksaan, perwira TNI, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, camat, kepala desa, tim Manggala Agni, perwakilan perusahaan, dan unsur masyarakat.

Baca Juga: Ini Tanggapan Kapolres Meranti soal Penundaan Pengesahan Ranperda Konservasi Mangrove

Dalam paparannya, Kapolres Kampar mengatakan penanganan Karhutla terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, baik di tingkat Provinsi Riau maupun Kabupaten Kampar.

"Rapat koordinasi ini sudah kita laksanakan berulang kali, baik di tingkat provinsi maupun di Kabupaten Kampar. Alhamdulillah, saat ini titik panas (hotspot) aktif sudah tidak terdeteksi. Namun, proses pendinginan masih mengeluarkan asap," jelasnya.

Kapolres menyebutkan, kawasan Desa Rimbo Panjang menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan penanganan khusus. Dari sekitar 60 hektare lahan yang terdampak, sekitar 15 Ha masih mengeluarkan asap dalam proses pendinginan.

Baca Juga: Syarat PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu, Alih Status PPPK Jadi PNS Tak Otomatis

Penanganan menjadi lebih kompleks karena lahan yang terdampak merupakan gambut dengan ketebalan mencapai sekitar lima meter. Kondisi tersebut membuat bara api berpotensi berada di dalam lapisan gambut sehingga proses pendinginan membutuhkan waktu dan pemantauan berkelanjutan.

Meski demikian, Kapolres memastikan tidak ada lagi api aktif di kawasan tersebut. "Dapat saya pastikan, api sudah padam total. Namun, asap masih muncul karena sifat lahan gambut yang dalam dan proses pendinginan yang terus berjalan," tegasnya.

Menurut Kapolres, seluruh rangkaian penanganan, mulai dari pemadaman hingga pendinginan, ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari satu bulan.

Baca Juga: Pemkab Kuansing Putuskan, Mulai Besok Sekolah Diliburkan hingga Kondisi Udara Membaik

Sementara itu, Bupati Kampar H Ahmad Yuzar mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kampar.

"Alhamdulillah, berkat antisipasi yang baik, titik api sudah hilang. Namun, penanganan di Rimbo Panjang bersifat khusus karena kondisi lahannya merupakan gambut," ujar Bupati.

Bupati meminta seluruh kepala OPD memberikan dukungan maksimal terhadap penanganan Karhutla. Para camat dan kepala desa juga diminta terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membakar sampah yang berpotensi memicu kebakaran.

Baca Juga: Naik, Harga Kelapa Sawit Mitra Pekan Ini Jadi Rp3.945 per Kg

BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran juga diminta mengerahkan seluruh potensi yang tersedia untuk mendukung proses pendinginan di lokasi terdampak. Selain penanganan di lapangan, bupati mengajak perusahaan untuk berperan aktif membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat dampak asap.

Bupati juga meminta para kepala desa mengimbau pemuka agama di wilayah masing-masing untuk melaksanakan Salat Istisqa pada Jumat mendatang sebagai bentuk doa dan permohonan agar hujan segera turun.

Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Forkopimda dan seluruh pihak terkait akan terus memantau kondisi lapangan, terutama proses pendinginan di kawasan gambut Rimbo Panjang, hingga seluruh titik yang berpotensi kembali terbakar dinyatakan aman.



Editor : Rinaldi
masih mengeluarkan asap lahan terbakar rimbo panjang