Kendala Air dan Gambut Tebal, Lahan Terbakar di Rimbo Panjang Masih Berasap

Kamaruddin • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 15:50 WIB
Tim gabungan Polri, TNI, dan BPBD Kabupaten Kampar masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan lahan gambut yang terbakar di Jalan Madura, Dusun II, RT/RW 002/002, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Sabtu (5/9/2026).(BPBD untuk Riaupos.co)
Tim gabungan Polri, TNI, dan BPBD Kabupaten Kampar masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan lahan gambut yang terbakar di Jalan Madura, Dusun II, RT/RW 002/002, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Sabtu (5/9/2026).(BPBD untuk Riaupos.co)

 KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Tim gabungan Polri, TNI, dan BPBD Kabupaten Kampar masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan lahan gambut yang terbakar di Jalan Madura, Dusun II, RT/RW 002/002, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Sabtu (5/9/2026).

Memasuki hari ketiga penanganan, kebakaran yang melanda lahan seluas sekitar 1 hektare tersebut belum sepenuhnya dapat dipadamkan. Hingga Sabtu, petugas baru berhasil memadamkan sekaligus mendinginkan sekitar 0,25 hektare lahan. Sementara sekitar 0,75 hektare lainnya masih mengeluarkan asap.

Sebanyak 23 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari 10 personel Polri, dua personel TNI, dan 11 personel BPBD Kabupaten Kampar.

Baca Juga: KOMDA APHI Riau: Inpres 11/2026 Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Cegah Karhutla

Untuk mendukung proses pemadaman, tim mengerahkan satu unit mobil tangki air, dua unit mesin mini strike, serta dua unit mesin Honda GX 200. Petugas juga menggunakan puluhan gulung selang berbagai ukuran dan tipe, nozzle, serta embung terpal. Mobilitas personel didukung lima unit kendaraan roda dua dan dua unit kendaraan roda empat.

Kepala Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kampar Adi Candra Lukita mengatakan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya keterbatasan sumber air untuk mendukung pemadaman dan pendinginan.

Selain itu, kondisi lahan yang didominasi gambut tebal dan semak belukar turut menyulitkan petugas. Api pada lahan gambut dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

Baca Juga: Lima Kebiasaan Ini Patut Dicoba di Pagi Hari agar Lemak Perut Bisa Hilang

“Tim gabungan mengalami kendala dalam pemadaman karena keterbatasan air. Kondisi lahan yang merupakan gambut juga menyulitkan proses pemadaman,” jelas Adi Candra.

Perubahan arah angin juga menjadi tantangan bagi petugas. Kondisi tersebut membuat asap dan bara berpotensi berpindah sehingga proses pendinginan harus dilakukan secara intensif untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke area yang belum terbakar.

Sebagai langkah antisipasi, tim melakukan penyekatan pada area yang belum terbakar dengan penyiraman air secara intensif. Upaya ini dilakukan untuk menghambat rambatan api sekaligus membasahi lahan di sekitar titik kebakaran.

Baca Juga: Asap Kiriman, Kualitas Udara Kuansing Masih di Level Tidak Sehat

Petugas juga terus memantau titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Pemantauan dilakukan untuk menemukan bara yang masih berada di dalam lapisan gambut sehingga proses pendinginan dapat dilakukan secara maksimal.(kom)

 

Editor : Edwar Yaman
karhutla rimbo panjang lahan gambut tim gabungan