KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di daerah tersebut.
Kesiapsiagaan dilakukan dengan menginstruksikan seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan, khususnya di wilayah terdampak, untuk meningkatkan pelayanan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kampar, Elfian, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kampar Zulhendra Das’at, mengatakan pihaknya telah memastikan kesiapan tenaga medis, obat-obatan, pelayanan kesehatan, serta persediaan masker di fasilitas kesehatan.
Baca Juga: DPT Pilpeng Serentak Rohil Diumumkan, Pemungutan Suara Dijadwalkan 27 Oktober
“Kami telah menginstruksikan seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak Karhutla untuk bersiaga penuh. Pelayanan kesehatan, obat-obatan, serta persediaan masker dipastikan siap untuk mengantisipasi lonjakan kasus ISPA,” ujar Elfian, Kamis (10/9/2026).
Menurut Elfian, paparan asap Karhutla perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terlebih saat kondisi udara mulai dipenuhi kabut asap.
Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti balita, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Mereka dianjurkan membatasi aktivitas di luar rumah dan menghindari paparan asap secara langsung.
Baca Juga: Polsek Rupat Buru Pelaku Pelecehan Anak Bawah Umur di Lokasi PT MMJ
Dinkes Kampar juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, warga dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan seperti batuk terus-menerus, sesak atau kesulitan bernapas, maupun iritasi pada mata diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.
Dinkes Kampar, kata Elfian, akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat seiring dengan situasi Karhutla. Koordinasi juga dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim Satgas Karhutla Kabupaten Kampar.
Baca Juga: Udara Tidak Sehat, Pemkab Inhu Terapkan PJJ Secara Menyeluruh
“Yang paling penting masyarakat tetap waspada dan mengurangi paparan asap. Jika muncul keluhan kesehatan, jangan menunda untuk mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan,” imbaunya.
Upaya kesiapsiagaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar dampak Karhutla terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal di tengah kondisi kabut asap. (kom)
Editor : M. Erizal