BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Kualitas udara di Kabupaten Kampar, khususnya wilayah Bangkinang, berada pada kategori tidak sehat berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Jumat (11/9/2026) pukul 13.00 WIB.
Kondisi tersebut tetap terpantau meski hujan mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.
Data pemantauan menunjukkan nilai ISPU mencapai 153, dengan PM10 menjadi parameter kritis. Sementara itu, indeks parameter pencemar lainnya tercatat PM2.5 sebesar 118, SO₂ sebesar 4, CO sebesar 10, O₃ sebesar 9, NO₂ sebesar 62, dan HC sebesar 0.
Baca Juga: Kejar Sekolah Nasional Terintegrasi, Muklisin Temui Dirjen PAUD Dikdas
Nilai tersebut menempatkan kualitas udara pada kategori tidak sehat yang dapat memberikan dampak merugikan bagi kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kampar, Idrus, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara di wilayah Kabupaten Kampar.
“Data ISPU menunjukkan angka 153, dengan PM10 menjadi parameter kritis. Karena itu, kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara di wilayah Kabupaten Kampar,” ujar Idrus, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: BKPP Bengkalis Siapkan Sanksi Tegas Terhadap Pelanggaran Pegawai PPPK
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap pencemaran udara.
Masyarakat juga diimbau menyesuaikan aktivitas di luar ruangan dengan kondisi kualitas udara dan mengurangi paparan apabila kualitas udara memburuk.
Selain data ISPU, hasil pemantauan di Bangkinang pada waktu yang sama mencatat kelembapan udara sebesar 75,42 persen, tekanan udara 997 mBar, dan suhu 29 derajat Celsius. (kom)
Editor : M. Erizal