Angin Kencang dan Berubah Arah Jadi Kendala Utama Satgas Padamkan Karhutla di Kampar

Kamaruddin • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 19:36 WIB
Tim TRC BPBD Kabupaten Kampar bersama Satgas Gabungan memadamkan kebakaran lahan di Jalan Uka, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Sabtu (12/9/2026). Foto BPBD untuk Riaupos.co
Tim TRC BPBD Kabupaten Kampar bersama Satgas Gabungan memadamkan kebakaran lahan di Jalan Uka, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Sabtu (12/9/2026). Foto BPBD untuk Riaupos.co

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Tim Satgas Gabungan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kampar berhasil memadamkan kebakaran lahan gambut seluas 3 hektare yang melanda kawasan perbatasan Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, hingga area Jalan Uka, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Sabtu (12/9/2026).

​Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Azwan  melalui Kepala Pusdalops Adi Candra menyampaikan, berdasarkan laporan harian hingga pukul 17.00 WIB, kobaran api utama di lokasi sudah berhasil dipadamkan. Kendati demikian, petugas masih mengintensifkan proses pendinginan di area terdampak.

"Api sudah padam, namun masih terdapat asap di beberapa titik. Tim Satgas Karhutla Kampar terus melakukan pemadaman sisa asap, pemblokiran, sekaligus pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali," ujar Adi Candra.

Baca Juga: Dua Pejabat Utama dan Empat Kapolsek Jajaran Polres Inhu Dirotasi 

​Kebakaran tersebut melanda lahan gambut dengan vegetasi semak belukar. Total area yang terbakar mencakup luas sekitar 3 hektare, yang terbagi sebesar 1,5 hektare pada hari pertama dan 1,5 hektare pada hari kedua. Pada pemantauan hari ketiga, tidak ditemukan lagi penambahan luas lahan yang terbakar.

​Upaya penanggulangan karhutla ini melibatkan puluhan personel gabungan dari pelbagai unsur. BPBD Kampar mengerahkan 9 personel, dibantu oleh 30 personel Polri, 10 personel Manggala Agni, serta 5 personel TNI. Penanganan di lokasi turut disokong oleh armada kendaraan operasional, alat berat, mesin pompa, selang, nozzle, HT, serta pemanfaatan embung air sekitar.

​Dalam proses pemadaman, tim di lapangan menghadapi tantangan cuaca, khususnya kondisi angin yang berhembus kencang dan berubah-ubah arah. Hal ini sempat menyulitkan ruang gerak petugas serta memperbesar risiko penyebaran api.

Baca Juga: Sampai Akhir 2026, Harga BBM Subsidi Tetap Bertahan, Pertamina Jaga Daya Beli Masyarakat

​"Perubahan arah angin yang cukup kencang menjadi salah satu kendala petugas dalam melakukan pemadaman. Karena itu, tim ekstra hati-hati dan terus mengawal proses pendinginan," jelas Adi.

​Selain melakukan penanganan di lapangan, BPBD Kampar juga memantau kondisi meteorologi dan kualitas udara secara berkala. Berdasarkan data pemantauan AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 16.25 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada angka 103 dengan kategori Tidak Sehat, di mana PM2,5 menjadi parameter kritisnya. 

Sementara itu, prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sebagian wilayah Kampar.

Baca Juga: Ini Deretan Motor Matic dengan Ruang Bagasi yang Luas, Ada XMAX Connected dan Aerox 155

​BPBD Kampar mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan tidak melakukan aktivitas penyiapan lahan dengan cara membakar. Hingga saat ini, Tim Satgas Gabungan masih berada di lokasi untuk memastikan area gambut benar-benar aman dan bebas dari potensi munculnya titik api baru.



Editor : Rinaldi
bpbd kampar angin kencang karhutla kampar