KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah Kabupaten Kampar, khususnya Kota Bangkinang, mencapai angka 193. Kondisi tersebut masuk dalam kategori tidak sehat dan menunjukkan adanya peningkatan pencemaran udara yang perlu mendapat perhatian masyarakat.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita mengatakan, berdasarkan pemantauan, kualitas udara di Kota Bangkinang berada pada level yang tidak sehat.
"ISPU di Kota Bangkinang tidak sehat karena dipengaruhi asap kiriman dari Jambi, Pelalawan, dan Inhu," jelas Adi Candra, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Selesai Maintenance, 2 Helikopter Water Bombing Kembali Perkuat Pemadaman Karhutla
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh keberadaan asap yang terbawa hingga ke wilayah Kabupaten Kampar. Asap kiriman dari sejumlah daerah tersebut menyebabkan kualitas udara di Kota Bangkinang mengalami penurunan.
Dengan angka ISPU yang mencapai 193, masyarakat diminta untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan aktivitas di luar ruangan. Terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak pencemaran udara, kondisi kualitas udara tidak sehat dapat menjadi perhatian khusus.
Pencemaran udara akibat asap juga dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi udara yang tercemar biasanya ditandai dengan jarak pandang yang menurun serta udara yang terasa lebih pekat akibat konsentrasi partikulat di atmosfer.
Baca Juga: Polsek Hulu Kuantan Tertibkan Peralatan PETI di Perkebunan Desa Serosah
BPBD Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi udara di wilayah tersebut. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perubahan kualitas udara sekaligus melihat perkembangan kondisi akibat asap yang masuk ke wilayah Kampar.
Adi Candra menjelaskan, kondisi asap yang berada di Kota Bangkinang saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh sumber pencemaran dari wilayah Kampar, tetapi juga asap kiriman dari daerah lain. Adanya asap dari Jambi, Pelalawan, dan Indragiri Hulu (Inhu) turut memberikan dampak terhadap kualitas udara di Bangkinang.
Kondisi ini menjadi perhatian karena kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat apabila berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Karena itu, perkembangan ISPU akan terus dipantau seiring dengan perubahan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Gala Dinner Wako Agung Bersama PSPS Pekanbaru, Deklarasi Damai Suporter Jadi Modal Berjuang ke Liga
Masyarakat juga diharapkan tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara. Dengan mengetahui kondisi ISPU, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas, terutama kegiatan yang dilakukan di luar ruangan.
Hingga Senin (14/9/2026), angka ISPU di Kota Bangkinang tercatat 193 atau berada pada kategori tidak sehat. BPBD Kabupaten Kampar terus memonitor kondisi tersebut dan perkembangan asap yang masuk ke wilayah Kabupaten Kampar. (kom)
Editor : M. Erizal