Kasus ISPA di Kampar Capai 1.297 Kasus, Diskes Imbau Warga Waspadai Asap Karhutla

Kamaruddin • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 20:57 WIB
Kondisi kualitas udara Kabupaten Kampar juga menjadi perhatian, data AQMS/ISPU pada pukul 17.00 WIB menunjukkan nilai ISPU mencapai 194, dengan parameter kritis PM2,5 dan berada pada kategori tidak sehat,  Senin (14/9/2026).(Kamaruddin/Riaupos.co)
Kondisi kualitas udara Kabupaten Kampar juga menjadi perhatian, data AQMS/ISPU pada pukul 17.00 WIB menunjukkan nilai ISPU mencapai 194, dengan parameter kritis PM2,5 dan berada pada kategori tidak sehat,  Senin (14/9/2026).(Kamaruddin/Riaupos.co)

 

KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar terus memantau dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat.

Berdasarkan laporan harian Dinas Kesehatan Kampar periode 1 hingga 14 September 2026, keluhan kesehatan yang paling banyak tercatat adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Zulhendra Das’at melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Elfian mengatakan berdasarkan rekapitulasi laporan dari puskesmas, tercatat 1.297 kasus ISPA selama periode tersebut.

 Baca Juga: Kapolda Riau Membersamai Ribuan Mahasiswa Baru UHTP

Selain ISPA, petugas kesehatan juga mencatat 42 kasus iritasi kulit, 14 kasus konjungtivitis dan 26 kasus asma. Sementara itu, pada periode yang sama tidak tercatat kasus pneumonia maupun kematian dalam laporan tersebut.

“ISPA masih menjadi keluhan yang paling dominan dalam pemantauan dampak karhutla. Karena itu, kami mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, terutama ketika kualitas udara menurun akibat asap,” ujar Elfian.

Menurutnya, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan saat kondisi udara berasap disarankan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan juga diminta mendapat perhatian lebih.

 Baca Juga: Kanwil DJP Riau Tanamkan Kesadaran Pajak pada Pelajar SMP di Pekanbaru 

Elfian menambahkan, Dinas Kesehatan melalui jajaran puskesmas terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kerja masing-masing. Puskesmas juga diminta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan kasus yang berkaitan dengan paparan asap karhutla.

“Pemantauan dilakukan secara rutin agar apabila terjadi peningkatan kasus, terutama penyakit yang berkaitan dengan gangguan pernapasan, dapat segera ditindaklanjuti. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan atau keluhan kesehatan lainnya,” katanya.

Diskes Kampar juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat serta memastikan asupan air yang cukup. Langkah tersebut penting dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan selama periode karhutla dan kabut asap.

 Baca Juga: Buku dan Masker, Dua Bekal Wajib Siswa Pekanbaru di Tengah Asap

Kondisi kualitas udara Kabupaten Kampar juga menjadi perhatian. Data AQMS/ISPU pada pukul 17.00 WIB menunjukkan nilai ISPU mencapai 194, dengan parameter kritis PM2,5 dan berada pada kategori tidak sehat.(kom)

 

Editor : Edwar Yaman
ispa karhutla kabut Asap diskes kampar