Tim Gabungan Hadapi Kendala Penerangan dan Sumber Air Saat Padamkan Karhutla di Sungai Hijau 4

Kamaruddin • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 19:19 WIB
Kebakaran lahan di Sungai Hijau 4, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar menyulitkan sargas sabungan karena kurang penerangan dan sumber air, Kamis (17/9/2026) malam. (BPBD Kampar untuk Riaupos.co)
Kebakaran lahan di Sungai Hijau 4, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar menyulitkan sargas sabungan karena kurang penerangan dan sumber air, Kamis (17/9/2026) malam. (BPBD Kampar untuk Riaupos.co)

 

KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Sungai Hijau 4, Desa Salo, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Kamis (17/9/2026) malam. 

Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Kabupaten Kampar, TNI, Polri, Damkar, Pemerintah Kecamatan Salo, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat setempat langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Kebakaran diketahui berada di Jalan Lingkar Desa Salo, Kecamatan Salo. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lahan yang terbakar merupakan lahan mineral dengan vegetasi berupa semak belukar dan kebakaran terjadi di atas permukaan.

Baca Juga: Diduga Jadi Tempat Esek-Esek, Satpol PP Bengkalis Sisir Empat Salon

Kalaksa BPBD Kampar melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, personel gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla tersebut berjumlah sekitar 133 orang. Mereka terdiri dari 15 personel BPBD, 7 personel Damkar, 10 masyarakat, 93 personel TNI, 6 personel Polri, 2 personel MPA serta unsur Pemerintah Kecamatan Salo.

“Tim gabungan langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi. Dengan sinergi seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan,” jelas Adi Candra Lukita.

Ia menyampaikan, dalam proses penanganan di lapangan, petugas menghadapi sejumlah kendala, di antaranya minimnya penerangan di lokasi kejadian serta sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran.

Baca Juga: Ada Laporan Aktivitas PETI, Polisi Hanya Temukan Dua Rakit PETI Tidak Beroperasi

Untuk mendukung proses pemadaman, tim gabungan mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana, di antaranya mobil BPBD, unit mobil pemadam TNI, mobil Damkar, kendaraan operasional, ambulans, mesin pompa, selang pemadam berbagai ukuran, nozzle, serta perlengkapan pendukung lainnya.

“Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 2 hektare. Kondisi terakhir, api telah berhasil dipadamkan dan petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang aktif,” tambahnya.

Penanganan karhutla tersebut juga dipimpin langsung oleh Letkol Inf Hendri Sihombing dari Batalyon 132/BS serta Kapolsek Bangkinang Barat Iptu Rully Chairullah bersama unsur terkait lainnya.

Baca Juga: Sembako Disalurkan Pustaka Terapung Digelar ke Warga Pulau Terluar Rupat Utara

BPBD Kampar mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya pada kondisi cuaca yang mendukung terjadinya kebakaran. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. (kom)

Editor : M. Erizal
bpbd kampar salo karhutla kampar