KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar terus memantau kondisi cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar. Berdasarkan laporan harian BPBD Kampar, Ahad (20/9/2026) hingga pukul 16.00 WIB, belum terdapat kejadian bencana yang dilaporkan.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusdalops PB BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi prakiraan cuaca BMKG, sebagian wilayah Kabupaten Kampar masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Peringatan dini dari BMKG menyebutkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar. Karena itu, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem,” jelas Adi Chandra Lukita dalam laporan BPBD Kampar, Ahad (20/9/2026).
Baca Juga: Lancar Ucap Ijab Kabul, Andre Taulany Resmi jadi Suami Amanda Rigby, Maskawin Sesuai Tanggal Nikah
Dalam laporan tersebut, kondisi cuaca secara umum diprakirakan cerah dengan suhu 27–28 derajat Celsius, kelembapan 89 persen, kecepatan angin 3,8 kilometer per jam dari arah selatan, serta jarak pandang sekitar 4 kilometer. Sementara itu, titik hotspot di wilayah Kabupaten Kampar dilaporkan nihil.
“Untuk informasi kejadian bencana sampai dengan update pukul 16.00 WIB, nihil. Namun pemantauan tetap dilakukan terhadap perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan,” ujar Adi.
Selain kondisi kebencanaan, BPBD Kampar juga mencatat kualitas udara berdasarkan data AQMS/ISPU pada pukul 15.00 WIB. Nilai ISPU Kabupaten Kampar berada pada angka 65 atau kategori sedang, dengan parameter kritis PM10.
Baca Juga: Cegah Karhutla, Pemkab Bengkalis Bantu Pembersihan Lahan
BPBD Kampar juga memantau kondisi elevasi dan aliran di PLTA Koto Panjang. Pada pukul 13.00 WIB, Minggu (20/9/2026), elevasi tercatat 75,11 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan outflow turbine 67,83 meter kubik per detik dan inflow waduk mencapai 288,48 meter kubik per detik.
Adi menambahkan, pemantauan terhadap prakiraan cuaca, kualitas udara, serta kondisi wilayah terus dilakukan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi.
BPBD Kampar mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan informasi dan peringatan dini cuaca, terutama ketika terjadi hujan deras yang berpotensi disertai petir dan angin kencang.(kom)
Editor : M. Erizal