PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tepat tanggal 17 Juli 2026, Sanggar Keletah Budak disingkat SKB merayakan hari jadinya ke-21 tahun. Komunitas teater anak satu-satunya di Riau ini tentu saja telah berkontribusi dan memberi warna dalam arus utama kesenian di Negeri Lancang Kuning.
Tanpa pamrih dan mengeluh, Rina NE selaku pendiri dan pengasuh SKB tak pernah berhenti, membina, mendidik dan menumbuhkan rasa percaya diri anak di tengah masyarakat. Selain itu, tentu saja telah menghasilkan banyak karya yang disuguhkan secara mandiri maupun dalam berbagai perhelatan, baik skala lokal, nasional maupun internasional sepanjang usianya.
Tahun ini, tepat pada tanggal 24-25 Juli 2026, sempena HUT ke-21 tahunnya. SKB kembali menggelar pementasan mandiri bertajuk, Operet Anak "Dedap Durhaka" di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru, Riau. Tidak hanya itu, sempena hari jadinya itu pula, di tanggal yang sama SKB menaja berbagai perlombaan dari mewarnai tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD) se-Kota Pekanbaru.
Baca Juga: KAGAMA Riau Resmi Dilantik, Siap Jadi Rumah Besar Alumni dan Mitra Strategis Pembangunan
Menariknya lagi, untuk pertama kali pula, SKB menawarkan tiket menonton secara online dan bisa ditemukan di IG Sanggar Keletah Budak. Untuk tiket masuk dibandrol dalam dua kategori yakni 50K (di bawah) dan 30K (balkon). Selain itu, bagi peserta lomba yang mendaftar mendapatkan satu tiket gratis seharga 50K.
Rina menjelaskan, operet anak kali ini sengaja mengangkat legenda rakyat Riau yakni Legenda Dedap Durhaka asal Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebuah kisah yang syarat nilai dan makna serta menjadi pengingat bagi generasi ke generasi. Legenda tersebut diolah menjadi naskah drama dan ditransformasi ke panggung agar situasi dan suasana dalam kisah tersebut benar-benar hidup, dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh para audiens atau penonton.
"Tidak tahun SKB menyuguhkan karya operet anak yang hampir seluruhnya diangkat dari legenda masyarakat Riau. Kali ini, kami memilih Dedap Durhaka asal Kepulauan Meranti. Ada banyak legenda yang sudah dimainkan anak-anak sejak 2005 hingga hari ini seperti Si Lancang, Batang Tuaka, Jang Si Bono, Umbut Muda Gelang Banyak, Awang Putih dan lainnya," ulas Enda Rina, sapaan anak-anak asuhnya.
Baca Juga: Messi dan Scaloni Abaikan Tekanan Final Piala Dunia di Acara Bertabur Bintang di Nrw York
Konsep pengkaryaan digarap secara modern agar disenangi oleh anak-anak, terutama puluhan aktor-aktris cilik yang terlibat dalam Operet Anak "Dedap Durhaka". Anak-anak akan berakting 'menjadi' karakter yang diperankan, berpantun, bersyair, bernyanyi dan menari sesuai keperluan adegan demi adegan.
"Saya kira ini suguhan istimewa, terutama bagi anak-anak Kota Pekanbaru. Apalagi para aktor dan aktris sudah berproses menjadikan karya ini 4-5 bulan terakhir. Jangan sampai ketinggalan dan jadilah saksi atas peristiwa teater anak di Operet Anak Dedap Durhaka," jelas Enda Rina.***
Editor : Edwar Yaman