Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Murid Rangsang Keracunan Massal, Kasek Beber Kronologis dan Lokasi Kantin

Wira Saputra • Jumat, 31 Mei 2024 | 11:39 WIB

Cici, murid SDN 05 Dwi Tunggal Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, diduga mengalami keracunan, Rabu (29/5/2024), mendapat perawatan intensif di puskemas terdekat.
Cici, murid SDN 05 Dwi Tunggal Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, diduga mengalami keracunan, Rabu (29/5/2024), mendapat perawatan intensif di puskemas terdekat.
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Puluhan anak asal Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, diduga mengalami keracunan massal, pada Rabu (29/5/2024) kemarin. Jumlah pasien yang mendapat perawatan intensif sebanyak 65 orang.

Kepala Sekolah Dasar Negeri 05 Dwi Tunggal, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Wulandari SPd , mengungkapkan kronologis keracunan massal yeng telah menimpa anak didiknya.

Kejadian diawali atas informasi yang ia terima, terdapat delapan orang anak didiknya dirawat intensif oleh bidan desa setempat karena keracunan makanan.

"Saya dapat tau anak murid saya keracunan makanan itu dari bidan desa. 8 orang di laporkan mengalami gejala yang sama. Setelah informasi tersebut kami teruskan ke group kelas agar dapat ditelusuri potensi bertambahnya korban lain. Setelah itu diketahui korban bertambah hingga 28 orang," ujarnya.

Selain dirinya dan pihak sekolah, kejadian itu turut mengundang perhatian aparat kepolisian bersama jajaran puskesmas terdekat untuk olah tempat kejadian. Bahkan kegiatan tersebut berlangsung hingga kemarin siang.

"Beberapa jam setelah kejadian langsung olah tempat kejadian perkara dari kepolisian dan puskesmas, sampai kemarin siang lanjutkan oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan Provinsi Riau turun ke sekolah," bebernya.

Dari keterangan yang diterima dari murid, gejalanya pusing, mual dan muntah. Sebelum kejadian, jajanan korban random atau berda-beda. Namun gejala yang dihadapi siswanya sama.

"Meskipun demikian kuat asumsi kami gejala itu timbul karena jajanan warung yang berdekatan dengan sekolah. Bukan di lingkungan sekolah," ujarnya.

Hingga kini, selaku pihak sekolah, Wulan belum dapat memberikan kepastian sebelum hasil dari PE yang dilakukan oleh pihak terkait mereka terima.

Padahal sebelum kejadian ia mengaku dari pihak sekolah selalu inspeksi kantin tersebut untuk memastikan setiap jajanan yang dijual layak dan sehat konsumsi. Namun setelah kejadian ini ia mangku akan mengubah pola konsumsi anak didiknya di sekolah.

"Setelah kejadian ini juga kami telah memutuskan kepada seluruh anak untuk membawa air dan perbekalan makanan dari rumah, karena pedagang sekolah kami larang untuk beroperasi sementara waktu," bebernya.

Sementara itu untuk perkembangan anak yang terdampak tetap mendapat perhatian khusus dari pihaknya agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Terhadap kantin yang dimaksud telah diminta untuk menghentikan sementara kegiatan mereka jelang hasil penyelidikan rampung. "Untuk saat ini kantin itu kita minta tidak beroperasi sementara sebelum hasil dari dinas keluar," ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri kepada wartawan menerangkan, kondisi kesehatan para siswa sudah membaik dan mereka telah dipulangkan ke rumah masing-masing. Namun, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada gejala lanjutan.

"Semuanya ada 65 orang dengan usia 7 hingga 12 tahun. Sementara 34 di antaranya itu sempat mendapat perawatan di Puskesmas Tanjung Samak. Alhamdulillah kondisi anak-anak itu sudah lebih baik sehingga semuanya sudah dipulangkan ke rumah, namun tetap dilakukan pemantauan oleh tim medis," ungkap Fahri, Kamis (30/5/2024).

Fahri menjelaskan, gejala yang dialami para siswa ditandai muntah, nyeri perut dan diare. Kondisi itu mulai dirasakan pada Rabu (29/5/2024) mulai pukul 09.00 WIB hingga sore harinya.

"Sehingga 34 anak itu pun dibawa ke Puskesmas Tanjung Samak sekitar pukul 19.00 hingga 23.00 WIB untuk mendapatkan perawatan medis," jelasnya

Fahri menyebut, sesuai standar operasional prosedur (SOP) pihak Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti menurunkan tim untuk penanganan kasus, pemantauan, kemudian dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dan pengambilan sampel jajanan.

Pihaknya juga melakukan edukasi kepada penjual makanan, koordinasi lintas sektor, hingga pengiriman sampel ke Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan (Labkesling) Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Adapun sampel yang diambil berupa sosis, cilok, minuman sachet, dan air yang digunakan penjual makanana di sekolah.

 

Editor : RP Rinaldi
#murid sd #kepulauan meranti #keracunan massal