Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

OGDJ Berulah Lagi, Ratusan di Antaranya Telah Ditangani Pemkab Meranti

Wira Saputra • Kamis, 25 Juli 2024 | 20:10 WIB

OGDJ beraksi dengan memanjat pohon di Tempat Pemakaman Umum Jalan Kesehatan, Tebingtinggi, Kamis (25/7/2024).
OGDJ beraksi dengan memanjat pohon di Tempat Pemakaman Umum Jalan Kesehatan, Tebingtinggi, Kamis (25/7/2024).
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Berulang kembali ulah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) jadi pusat perhatian warga, Selatpanjang, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti. Sempat terjadi pemukulan tanpa sebab oleh ODGJ terhadap pengendara sepeda motor, Kamis (11/7/2024) lalu, kali ini OGDJ lain beraksi dengan memanjat pohon Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Kesehatan, Tebingtinggi, Kamis (25/7/2024).

Beruntung OGDJ tersebut selamat pascadiminta kembali turun dari pohon beringin yang dipanjatnya. Kejadian ini turut dibenarkan oleh Kapolres Meranti AKBP Kurnia Setyawan SH SIK melalui Kapolsek Tebingtinggi Iptu D Bakara kepada wartawan.

"Benar kejadian tadi siang sekitar pukul 12.40 WIB, tadi sudah dibawa ke Satpol-PP agar diamankan. Berdasarkan informasi diterima yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan," bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Fahri SKM, saat dikonfirmasi tentang sistem penanganan ODGJ, menjelaskan bahwa ODGJ saat ini mendapat pelayanan kesehatan sudah berjumlah 348 jiwa. Jumlah tersebut bahkan tersebar di setiap kecamatan.

Berdasarkan data, khusus di Kecamatan Tebingtinggi yang terdiri dari dua puskesmas, yakni Puskesmas Selatpanjang terdapat sebanyak 38 ODGJ dan Puskesmas Alahair dengan 51 ODGJ.

Sementara di Puskesmas Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat berjumlah 51 ODGJ, Puskesmas Anaksetatah Kecamatan Rangsang Pesisir berjumlah 35 ODGJ dan Puskesmas Kedaburapat di Kecamatan Rangsang Barat berjumlah 40 ODGJ.

Puskesmas Pulaumerbau di Kecamatan Pulaumerbau dengan 22 ODGJ, Puskesmas Telukbelitung Kecamatan Merbau 26 ODGJ, Puskesmas Tanjungsamak Kecamatan Rangsang 28 ODGJ, Puskesmas Bandul Kecamatan Tasikputripuyu 27 ODGJ dan Puskesmas Sungaitohor Kecamatan Tebingtinggi Timur berjumlah 30 ODGJ.

"Ini berdasarkan data dari 10 puskesmas yang ada. Dari jumlah tersebut, setidaknya terdapat 291 ODGJ yang tergolong berat dan mendapatkan pelayanan kesehatan. Paling banyak terdapat di Tebingtinggi dan Tebingtinggi Barat," kata Muhammad Fahri yang turut didampingi Penanggung Jawab Program Devi Hariadi dan Kepala Puskesmas Tasikputripuyu Ahmad Daud.

Dia juga mengaku bahwa penanganan terhadap ODGJ bukanlah perkara mudah. Apalagi jika pihak keluarga sudah tidak peduli terhadap penderita.

Sesuai aturan, dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ODGJ, pihaknya telah menggalakkan kepada setiap puskesmas untuk membuat inovasi-inovasi, seperti posyandu ODGJ yang ada di Puskesmas Selatpanjang.

Termasuk menempatkan dokter disetiap puskesmas yang akan melayani masalah kesehatan ODGJ itu sendiri. Bahkan tidak jarang petugas kesehatan diturunkan untuk memberikan obat secara gratis sekaligus pemahaman kepada pihak keluarga agar tetap memperhatikan keluarganya yang menderita gangguan jiwa, hingga dirujuk ke RSJ Tampan Pekanbaru.

Muhammad Fachri juga menegaskan bahwa jumlah ODGJ di Meranti tidak akan pernah turun dan akan bertambah dari tahun ke tahun. Setiap penderita harus diwajibkan memakan obat seumur hidup. Yang selalu menjadi masalah ketika ada keluarga yang sudah tidak peduli, karena malu. Makanya tak heran jika banyak ODGJ yang berkeliaran.

"Kalau pihak keluarga tidak bisa datang, maka petugas kita yang akan datang untuk menanyakan kesehatannya sekaligus memberi obat. Kalau ada ODGJ yang kelihatan sembuh setelah makan obat secara rutin, sebenarnya bukan sembuh. Itu namanya terkontrol, karena harus makan obat seumur hidup. Jika tidak, yang bersangkutan akan kambuh lagi," ucap Fahri.

Kadiskes Kepulauan Meranti itu juga mengakui belum maksimalnya penanganan terhadap ODGJ. Meski banyak inovasi yang dibuat, tetap saja tidak berjalan maksimal. Tidak adanya anggaran khusus untuk penanganan ODGJ itu sendiri, menjadi persoalan yang sampai saat ini belum terpecahkan.

"Tapi kalau ada ODGJ yang terlantar dan terus berkeliaran di jalanan, sebenarnya itu gawenya Dinas Sosial, " pungkas Facri ketika disinggung mengenai banyaknya ODGJ yang setiap hari berkeliaran di jalan tanpa mendapatkan penanganan khusus, baik dari keluarga dan instansi terkait.

 

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : RP Rinaldi
#berulah #odgj #meranti