Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kepulauan Meranti, Bakharuddin, mengatakan perpanjangan pendaftaran dilaksanakan hingga 10 September 2024 mendatang.
"Penyesuaian masa pendaftaran menindaklanjuti keluhan ribuan peserta yang belum bisa submit karena sulit, hingga belum mendapatkan e-materai," ujarnyan kepada Riaupos.co, Kamis (5/9/2024) siang.
Ia mengaku keputusan perpanjangan masa pendaftaran tersebut baru saja dikeluarkan oleh BKN yang telah diterima oleh BPKSDM Kepulauan Meranti.
Diberitakan sebelumnya, bakal CPNS Kepulauan Meranti mengeluh sulit mendapatkan e-materai. Sehingga proses pendaftaran yang mereka lakukan tidak bisa lanjut untuk submit.
Salah satu keluha itu dialami langsung oleh Ida, warga Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti.
Ia mengaku telah berulang kali melakukan proses pembelian namun gagal. Pasca mendaftar, ia belum bisa submit pendaftaran karena belum mendapatkan e-materai. "Padahal kebutuhannya hanya dua e-materai. Tapi sudah beberapa kali beli selalu gagal. Makanya belum bisa submit," ujarnya, Kamis (5/9/2024).
Cerita Ida, untuk pembelian pertama dilakukan melalu e-market yang memiliki legalitas dalam menjual e-materai, namun setelah pembayaran gagal unduh. "Setelah pembelian pertama gagal. Saya beli lagi. Yang kedua ini berhasil, hanya saja e-materai yang sudah diunduh tidak bisa dibubuhkan," ungkapnya.
Tak hanya sampai disitu, ia kembali melakukan proses pembelian ketiga. Namun pembayaran pembelian e-materai yang ketiga ini tidak terkonfimasi oleh penyedia. Dalam seluruh pembelian yang gagal tersebut, Ida mengaku telah mengajukan komplain. Namun tidak satupun komplainnya ditanggapi oleh penyedia.
"Komplain sudah tapi tidak ditanggapi. Makanya sampai saat ini belum bisa submit karena belum dapat e-materai," ujarnya.
Untuk itu ia berharap ada kebijakan khusus menindaklanjuti keluhannya ini. Pasalnya keluhan yang sama turut dialami oleh banyak peserta lain. "Kejadian ini bukan terjadi sama saya saja melainkan juga dialami oleh teman teman saya yang lainnya," ujar Ida.
Editor : RP Rinaldi