KEPULAUAN MERANTI (RIAUPOS.CO) - BRIGADE pangan adalah program pertanian modern yang menghubungkan proses produksi dari hulu hingga hilir. Program ini dibentuk atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat swasembada pangan NKRI yang menjadi atensi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Seperti pada tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Meranti mulai kembangkan lima brigade. Setiap brigade dilengkapi dengan alat pertanian canggih dan modern.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Meranti Ifwandi kepada Riau Pos, Senin (21/4) siang.
‘’Ini program pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) kami telah mengembangkan lima brigade pangan untuk meningkatkan indeks pertanian daerah setempat,’’ ujarnya.
Setiap brigade dinaungi oleh kelompok masyarakat potensial yang saat ini telah mengelola 790 hektare lahan pertanian di Kepulaun Meranti dengan metode IP 2000. Kelompok ini tersebar di Ransang Pesisir, Rangsang Barat, Teluk Buntal, Pulau Merbau dan Desa Topang.
Sementara untuk target tahun ini Pemkab Kepulauan Meranti akan mengusulkan perluasan lahan produktif seluas 1.000 hektare dengan skema nanam panen 3 kali dalam 12 bulan atau IP 300 yang akan dikeloloa lima brigade baru.
Dalam perluasan itu, pihaknya juga akan menambah jumlah keterlibatan kelompok pertanian dengan tambahan enam brigade menjelang 2026 mendatang.
Setiap brigade akan dilengkapi dengan alat pertanian yang canggih. Artinya setiap petani dalam meningkatkan produksi tanam dan panen dominan menggunakan alat modern yang disalurkan oleh pusat melalui Pemkab Kepulauan Meranti.
’’Karena dengan target IP 300 tentu harus didukung dengan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang canggih karena tidak bisa lagi dilakukan dengan manual untuk mengejar target ratam hingga panen,’’ ujarnya.
Gambarannya, setiap brigade dilengkapi dengan traktor roda empat, traktor dua roda, mesin tanam, mesin panen, hingga drone penyebar pupuk, dan dalam meracun hama.
Menindaklanjuti perlengkapan peralatan itupula, seluruh brigade telah menerima berbagai jenis moderenisasi alat seperti, 5 lima unit trator roda empat, 12 unit traktor roda dua, 5 unit mesin tanam, 5 unit mesin panen, 12 unit pompa air.
Dalam waktu dekat juga seluruh brigade akan kembali menerima tambahan traktor roda dua sebanyak 20 unit.
’’Kabarnya tambahan bantuan alat berat tersebut akan datang dan akan diserahkan dalam waktu dekat ini,’’ terang Ifwandi.
’’Tentunya kami berharap realisasi terhadap seluruh target yang menjadi atensi pemerintah pusat ini berjalan lancar di Kepulauan Meranti. Sehingga dapat mempercepat agribisnis pertanian modern, swasembada pangan dalam mendorong pertubuhan ekonomi masyarakat,’’ tutur Ifwandi
Perlu Dorongan Pusat Meski Produksi Beras Naik Ribuan Ton
Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti terus memperkuat produksi pertanian menuju swasembada pangan. Sejalan dengan atensi Presiden Prabowo melalui astacitanya, saat ini produksi beras di Kepulauan Meranti naik ribuan ton.
Meskipun demikian, melalui Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti AKBP Purnawirawan H Asmar mengaku perlu dorongan penuh dari Pemerintah Pusat.
Harapan tersebut disampaikan Asmar ketika mengikuti high level meeting swasembada pangan tingkat Provinsi Riau tahun 2025.
Rapat yang diikuti langsung oleh Dirjen Tanaman Pangan Dr Yudi Dastro dan para kepala daerah se-Provinsi Riau di Balai Serindit Kota Pekanbaru, Rabu (16/4) siang.
’’Kami siap mengambil langkah-langkah konkret sesuai arah kebijakan Bapak Presiden. Kami juga yakin dengan kolaborasi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, swasembada pangan dapat terwujud,’’ kata Asmar.
Dalam kesempatan itu, dia juga melaporkan kondisi persawahan yang ada di Kepulauan Meranti. Saat ini wilayah yang ia pimpin memiliki luas baku sawah sebesar 3.309 hektare.
Kemudian per tahun 2024, terjadi peningkatan produksi beras menjadi 5.495 ton, sedangkan di tahun 2023 hanya sebesar 3.806 ton.
’’Meski begitu kami juga memiliki sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan alat dan mesin pertanian, alih fungsi lahan pertanian, hingga kebutuhan akan pupuk subsidi,’’ ungkapnya.
Gubernur Riau Abdul Wahid, melalui Sekdaprov Taufik OH menyebutkan, ada peningkatan produksi padi yang mencapai 7.80 persen dari prediksi awal tahun 2025.
’’Peningkatan ini tentunya tidak lepas dari upaya bersama dalam memperluas area lahan dan panen, dan menjadi hasil dari kekompakan kita semua, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota,’’ ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Dr Yudi Dastro SP MM menyampaikan pesan agar pemerintah daerah membuat kebijakan yang strategis agar hasil produksi pertanian terus meningkat.
’’Melalui pertemuan ini, mari kita diskusi bersama mencari solusi agar produksi padi di daerah-daerah terus meningkat, dan ketersediaan pangan kita terus cukup untuk ke depannya,’’ sebut Yudi Dastro.
Ikut mendampingi Bupati Kepulauan Meranti Asmar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ifwandi dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Marwan.(adv)
Editor : Arif Oktafian