Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Atasi Abrasi dengan Aksi Kolaborasi Tanami Ribuan Mangrove di Pesisir Meranti

Wira Saputra • Rabu, 18 Juni 2025 | 22:50 WIB
Aksi Penanaman Mangrove di Desa Mekong Kepulauan Meranti, Rabu (18/6/2025) siang.
Aksi Penanaman Mangrove di Desa Mekong Kepulauan Meranti, Rabu (18/6/2025) siang.

SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) - Di tengah ancaman abrasi sejumlah unsur melakukan aksi kolaborasi untuk menanam ribuan pohon mangrove di Pesisir Meranti.

Aksi nyata itu digagas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Meranti bersinergi dengan Polres Kepulauan Meranti dan PT Imbang Tata Alam (ITA).

Bersama Pemerintah Desa Mekong Kecamatan Tebingtinggi Barat dan masyarakat setempat, tidak kurang 2.079 bibit pohon api api berhasil ditanam, Rabu (18/6/2025) siang.

Langkah tersebut dalam dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Hari Lingkungan Hidup Sedunia, serta Hari Pers Nasional (HPN) 2025.

Penanaman dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar, yang didampingi oleh Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi, Ketua PWI Safrizal, Field Sr. CSR Officer PT ITA Arip Hidayatuloh, dan Forkopimda.

Bupati Asmar mengapresiasi seluruh pihak yang telah menggagas aksi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berdampak langsung pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam jangka panjang.

"Penanaman mangrove memberikan banyak manfaat, mulai dari konservasi lingkungan, pengembangan ekowisata, hingga upaya pelestarian dan rehabilitasi ekosistem pesisir yang kini semakin terancam," ujarnya.

Menurutnya abrasi merupakan salah satu ancaman serius di Kabupaten Kepulauan Meranti. Hampir seluruh wilayah pesisir, terutama yang menghadap langsung ke Selat Malaka, rentan terhadap terjangan ombak besar yang menyebabkan pengikisan daratan signifikan. Salah satu contohnya adalah Kawasan Pantai di Desa Mekong.

"Kegiatan penanaman mangrove ini menjadi langkah penting untuk melindungi garis pantai dari dampak air pasang besar, erosi, serta potensi rob yang kian meningkat. Mangrove adalah benteng alami yang sangat efektif dalam menahan laju abrasi dan menjaga kestabilan ekosistem pesisir," jelasnya.

Lebih lanjut, Asmar berharap kegiatan ini tidak berhenti sebatas seremoni, melainkan menjadi awal dari gerakan kolektif untuk menjaga kelestarian alam sebagai tanggung jawab bersama.

"Saya mengajak masyarakat Desa Mekong khususnya, untuk merawat dan menjaga tanaman mangrove ini agar tumbuh subur, kuat, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang," pungkasnya.

Senada dengan itu, Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi mengatakan bahwa kehadiran seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

"Mangrove adalah perisai alam kita. Kabupaten Kepulauan Meranti berhadapan langsung dengan Selat Malaka, sehingga rawan abrasi. Hari ini kita tidak hanya menanam pohon saja, tetapi juga menanam kesadaran mencintai lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekong, Lisya Kumala, menyampaikan bahwa abrasi di wilayahnya terus mengancam eksistensi daratan. Hingga kini, sekitar 1.400 meter daratan telah terkikis abrasi, dengan tingkat kerusakan 10 hingga 15 meter setiap tahun.

"Jika tidak diatasi, dalam 30 tahun ke depan, Desa Mekong bisa tinggal nama saja. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal pemulihan kawasan pesisir kami,” harapnya.

Ketua PWI Kepulauan Meranti, Safrizal, menambahkan bahwa ini bukan kali pertama PWI menanam mangrove di Desa Mekong. Kegiatan serupa pernah dilakukan pada tahun 2016.

"Selagi masyarakat mau menyelamatkan daerahnya, kami siap membantu melalui kolaborasi bersama jaringan yang ada. Kami berharap mangrove yang ditanam hari ini bisa memberikan dampak maksimal," kata Rizal.

Safrizal juga mengucapkan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers, dan mengajak wartawan untuk tetap konsisten menyuarakan kepentingan masyarakat melalui karya jurnalistik yang berkualitas.

Laporan Wira Saputra (Selatpanjang)

Editor : M. Erizal
#Tanam Mangrove #ancaman abrasi #mangrove #kepulauan meranti