Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ada Happy Water Narkotika Generasi Baru, Polres Meranti Gagalkan 55 Kg Narkoba Lintas Negara

Wira Saputra • Kamis, 9 Oktober 2025 | 17:32 WIB
Konferensi pers yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati, Kamis (9/10/2025) siang.
Konferensi pers yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati, Kamis (9/10/2025) siang.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Kepulauan Meranti kembali menjadi sorotan nasional setelah tim gabungan Satresnarkoba dan Polsek Merbau, menggagalkan penyelundupan lebih dari 55 kilogram narkotika lintas negara, termasuk narkoba jenis baru yang disebut "Happy Water".

Tindakan anggota Polri ini tergambar dalam konferensi pers yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati, Kamis (9/10/2025) siang. Puluhan kilogram berbagai jenis narkoba tersebut berhasil dibongkar dalam operasi yang berlangsung pada akhir bulan lalu (30/9/2025).

Sementara titik lokasi awal pengungkapan bermula di Jalan Kondur, Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau. Dari sana petugas berhasil mengamankan beberapa orang tersangka pria masing-masing N (24), Y (19) dan J (20), warga Desa Bandul.

Setelah dilakukan pengembangan, petugas kembali berhasil mengamankan perempuan berinisial T (35), diciduk di kediamannya Banten, yang berperan sebagai penghubung dengan jaringan Malaysia.

Barang bukti yang disita mencakup 30,7 kilogram sabu, 24,3 kilogram "Happy Water" merek Lamborghini, serta ratusan cartridge vape mengandung zat narkotika etomidate.

"Happy Water ini tergolong baru. Cairan ini dikemas seperti minuman energi, padahal efeknya setara sabu dan ekstasi. Inilah tantangan baru dalam perang melawan narkoba," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH.

Operasi ini menjadi salah satu pengungkapan terbesar sepanjang sejarah berdirinya Polres Kepulauan Meranti, bahkan melampaui capaian tahun 2024 yang berhasil mengungkap 15,8 kilogram sabu.

"Ini bukti bahwa jalur laut Meranti masih menjadi rute favorit jaringan internasional dari Malaysia menuju Indonesia," tegas AKBP Aldi.

Menurutnya, dari pengakuan para tersangka sebelumnya telah berhasil memasok puluhan kilogram narkoba dengan jenis yang sama sebelum akhirnya tertangkap. Dalam setiap misi, mereka menerima bayaran puluhan juta rupiah per orang.

Kini para pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

"Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di Meranti. Kami ingin daerah ini bebas dari racun yang menghancurkan masa depan anak muda," tegasnya.

Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak terkait. Ia mengaku bangga dan berjanji akan memberikan reword kepada seluruh jajaran terkait.

"Ini luar biasa. Saya tahu beratnya kerja di lapangan. Tapi semoga lelah kalian menjadi berkah. Ingat, tidak ada yang hebat sendiri — semua karena kerja tim," ujar Brigjen Adrianto.

Ia menegaskan bahwa peredaran narkotika adalah ancaman serius terhadap bangsa, dan menekankan pentingnya tindakan tegas bagi pelaku yang melawan aparat.

"Kalau mereka melawan dan membahayakan keselamatan kalian, lakukan tindakan tegas, tembak di tempat," tegasnya.

Kepala BNN Provinsi Riau, Brigjen Robinson DP Siregar, mengakui bahwa tren peredaran narkoba kini semakin beragam, bahkan menyusup lewat produk gaya hidup anak muda seperti minuman dan rokok elektrik.

"Sekarang sudah muncul vape dan cairan minuman yang mengandung narkotika. Ini menjadi perhatian serius bagi kami. Masyarakat harus lebih waspada, jangan tertipu kemasannya yang seolah modern," ujarnya.

Menurutnya, pengungkapan ini menyelamatkan hingga 100 ribu jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba. Brigjen Robinson juga menegaskan komitmen penegakan hukum tanpa kompromi.

"Kami tidak akan main-main dengan kasus narkotika. Siapa pun yang terlibat akan dihukum berat. Ini peringatan keras bagi jaringan pengedar internasional," terangnya

Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Kepulauan Meranti yang berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba lintas negara dari negara tetanga ke Indonesia.

Asmar menyebut keberhasilan ini sebagai bukti nyata komitmen Polri dalam memberantas narkoba hingga ke akar jaringan internasional. "Atas nama pemerintah dan masyarakat Meranti, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kapolres dan seluruh tim yang terlibat. Ini kerja luar biasa yang menyelamatkan banyak generasi dari ancaman narkoba," ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Bupati berharap kinerja gemilang tersebut terus dipertahankan dan menjadi motivasi bagi seluruh aparat penegak hukum di daerah. "Pemerintah daerah siap mendukung penuh setiap langkah kepolisian dalam menjaga keamanan dan memberantas narkoba di wilayah Meranti," tambahnya.

Usai konpers tersebut Asmar menyebut posisi geografis Kepulauan Meranti yang berhadapan langsung dengan Malaysia menjadikannya titik rawan penyelundupan.

 

Editor : Rinaldi
#narkoba baru beredar #polres kepulauan meranti #Happy water