Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

8 KK Terdampak Tumpahan Minyak Mentah

Wira Saputra • Senin, 13 Oktober 2025 | 11:47 WIB
BERSIHKAN MINYAK: Salah seorang karyawan PT Imbang Tata Alam member­sihkan tumpahan minyak akibat kebocoran pipa di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (9/10/2025).
BERSIHKAN MINYAK: Salah seorang karyawan PT Imbang Tata Alam member­sihkan tumpahan minyak akibat kebocoran pipa di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (9/10/2025).

SELAT PANJANG (RIAUPOS.CO) - KEBOCORAN pipa minyak milik PT Imbang Tata Alam (PT ITA) di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali memunculkan keresahan warga.

Peristiwa terjadi sejak beberapa hari lalu, mulai Kamis (9/10) hingga saat ini disebut telah mencemari lingkungan sekitar dan menimbulkan gangguan kesehatan bagi sejumlah warga.

Meski pihak perusahaan mengklaim sudah melakukan penanganan cepat, pernyataan tersebut dibantah oleh Kepala Desa Bagan Melibur, Isnadi Esman.

‘’Penanganannya lambat. Beberapa hari setelah kejadian warga masih berkumpul dan menunggu kedatangan tim dokter dan pihak terkait,’’ ujar Isnadi, Sabtu malam (11/105).

Ia mengatakan, hasil rapat warga bersama perangkat desa menetapkan beberapa tuntutan utama. Pertama, tim medis harus segera berada di lokasi. Kedua, proses pembersihan limbah minyak dilakukan sesuai standar lingkungan, termasuk pembersihan tanah, vegetasi, dan aliran air yang tercemar.

’’Warga juga menuntut adanya kompensasi bagi mereka yang terdampak, serta percepatan penggantian pipa lama yang menjadi sumber kebocoran,’’ tambahnya.

Isnadi menyebut, hingga saat ini bau minyak masih menyengat di sekitar lokasi. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat, sementara sebagian lainnya mengeluh mual, pusing, batuk, dan lemas. Data sementara mencatat, sekitar delapan kepala keluarga (15-20 jiwa) terdampak langsung.

’’Pemeriksaan medis tetap perlu dilakukan untuk memastikan apakah keluhan warga ini memang akibat paparan minyak,’’ ujarnya.

Sementara itu, PT ITA dalam keterangan resminya menyatakan telah menurunkan tim dari Divisi Produksi, Facility, serta Safety, Health and Environment (SHE) tak lama setelah kejadian.

‘’Tim langsung ke lokasi pada Jumat dini hari (10/10) pukul 02.30 WIB, dan berhasil menghentikan rembesan dalam waktu sekitar 90 menit,’’ kata Deputy Area Manager PT ITA, Hadi Purnawan.

Menurut Hadi, luas area terdampak mencapai sekitar 100 meter persegi. Perusahaan mengerahkan enam warga lokal untuk membantu pembersihan tanah dan vegetasi yang tercemar. 

Ia juga menegaskan bahwa proyek penggantian pipa lama sudah berjalan dan progres pengelasan mencapai 95 persen. ‘’Pekerjaan pemulihan kami targetkan selesai dalam dua sampai tiga hari. Kami berterima kasih atas dukungan dari masyarakat, Pemerintah Desa, Pemcam Merbau, Pemkab Meranti, serta SKK Migas,’’ ujarnya.(hen)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Editor : Arif Oktafian
#Keresahan Warga #kepulauan meranti #tim dokter #pt imbang tata alam