SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Keresahan masyarakat akibat pemadaman listrik yang terus terjadi di Kepulauan Meranti akhirnya memuncak. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti tak tinggal diam.
Wakil Bupati (Wabub) Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, langsung memimpin rapat darurat bersama jajaran ULP PLN Selatpanjang, Kamis (23/10/2025).
Rapat dihadiri para asisten Setdakab, staf ahli, kepala OPD, kepala bagian dan Kepala ULP PLN Selatpanjang, Dalie Priasmoro. Suasana rapat berlangsung tegas namun hangat, diwarnai dengan dorongan kuat agar PLN segera bertindak nyata.
"Hampir setiap hari masyarakat mengeluh. Aktivitas mereka terganggu, usaha terguncang, bahkan ibadah pun jadi tidak nyaman. Ini tidak bisa dibiarkan," tegas Muzamil dalam rapat tersebut.
Menurutnya, pemadaman yang berulang kali terjadi telah menimbulkan keresahan luas. Pemkab kata Muzamil, tidak ingin situasi ini berlarut-larut. Ia menegaskan bahwa Pemkab akan mengambil langkah konkret demi memastikan suplai listrik kembali stabil.
"Kami akan terus berkoordinasi dan mendukung penuh pihak PLN. Kalau perlu, kami siap bersama-sama turun langsung ke PLN UP3 Dumai untuk memperkuat komunikasi dan memastikan persoalan ini benar-benar tuntas," tegasnya dengan nada serius.
Sementara Kepala ULP PLN Selatpanjang Dalie Priasmoro, menjelaskan penyebab utama gangguan listrik yang belakangan sering terjadi. Menurutnya, empat unit mesin pembangkit PLN Selatpanjang tengah dalam tahap pemeliharaan besar-besaran.
"Tiga unit mesin diperkirakan rampung pada akhir Oktober ini. Namun satu unit lainnya masih membutuhkan waktu lebih lama, kemungkinan baru tuntas pada Desember mendatang," jelas Dalie.
Ia memastikan, PLN terus berupaya menstabilkan pasokan listrik dengan mengoptimalkan mesin yang masih beroperasi, serta melakukan langkah-langkah teknis agar pemadaman bisa diminimalkan.
Rapat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai turun langsung mengawal masalah kelistrikan yang selama ini menjadi keluhan utama warga.
Muzamil juga meminta seluruh OPD dan pihak terkait ikut mendukung upaya penyelesaian masalah ini. "Kita tidak mau masyarakat terus resah. Semua pihak harus bergerak cepat. Tidak ada alasan untuk menunggu lama," ujarnya.
Editor : Rinaldi