SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke pelosok daerah.
Melalui Satgas Percepatan Pelaksanaan MBG, sebanyak 36 dapur baru diusulkan untuk dibangun di wilayah-wilayah terpencil yang selama ini belum terlayani dapur aglomerasi maupun dapur mandiri.
Ketua Satgas MBG Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, melalui Sekretaris Satgas Ifwandi, menyampaikan bahwa usulan pembangunan dapur baru tersebut telah disertai dengan data rinci penerima manfaat yang diajukan ke pemerintah pusat.
“Total penerima manfaat yang kami ajukan mencapai 17.098 jiwa, tersebar di seluruh kecamatan, terutama daerah yang sulit dijangkau. Data ini sudah kami lampirkan secara resmi dan ditandatangani oleh Wakil Bupati selaku Ketua Satgas,” ungkap Ifwandi, Rabu (29/10/2025).
Dari jumlah itu, sasaran utama terdiri atas 12.605 siswa sekolah dasar, 544 ibu hamil, 920 ibu menyusui, serta 3.029 balita non-PAUD. Menurut Ifwandi, data tersebut dikumpulkan secara berjenjang dari desa hingga kecamatan untuk memastikan keakuratan penerima manfaat.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak-anak atau ibu yang tertinggal dari program gizi nasional ini. Semua warga di pelosok juga berhak mendapatkan asupan bergizi yang layak,” tegasnya.
Beberapa kecamatan dengan jumlah sasaran tertinggi di antaranya Tebing Tinggi Barat dan Merbau dengan lebih dari 2.700 penerima, Pulau Merbau dengan 2.349 penerima, Rangsang Barat sebanyak 1.980 penerima, serta Rangsang Pesisir mencapai 2.086 penerima manfaat.
Selain itu, wilayah Tebing Tinggi Timur, Tasik Putri Puyu, dan Rangsang juga termasuk prioritas usulan karena lokasinya yang jauh dari pusat layanan dan memiliki akses transportasi terbatas.
Sebagian besar sekolah di wilayah tersebut hanya dapat dijangkau menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat dengan waktu tempuh 15–30 menit dari pusat kecamatan.
Ifwandi menambahkan, Pemkab Kepulauan Meranti telah menerima surat keputusan (SK) untuk sejumlah investor yang siap membangun dapur MBG di beberapa titik. Namun, sebagian lainnya masih menunggu proses verifikasi akhir.
“Kita sudah dapat lampu hijau dari beberapa pihak yang siap membantu pembangunan. Tahap verifikasi sedang berjalan untuk memastikan kesiapan lokasi dan kelengkapan administrasi,” jelasnya.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, yang juga menjabat Ketua Satgas MBG, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan akses gizi di seluruh wilayah.
“Program ini bukan sekadar pencegahan stunting, tapi juga bentuk pemerataan hak masyarakat terhadap pangan bergizi. Kita ingin anak-anak di pelosok memiliki kesempatan tumbuh sehat seperti di perkotaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab menargetkan beberapa dapur di daerah terpencil sudah mulai beroperasi sebelum akhir tahun 2025, meski pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap.
“Kita optimistis bisa mulai lebih cepat. Yang penting koordinasi dengan desa dan pihak terkait terus berjalan, agar program MBG di wilayah terpencil benar-benar terealisasi,” tutupnya.
Editor : M. Erizal