SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Operasi pencarian terhadap satu awak Speedboat Mega Fajar 5 yang hilang pascatabrakan di jalur pelayaran antara Pulau Burung dan Pulau Pelembang terus diperluas.
Hingga Rabu (4/2/2026), korban bernama M Ridwan (62) masih belum ditemukan. Demikian disampaikan Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, kepada Riaupos.co.
Prima menerangkan bahwa operasi tersebut masih diperkuat dengan pengerahan KN 218 Basarnas Pekanbaru guna memperluas jangkauan penyisiran di perairan Kepulauan Meranti.
“Pencarian masih kami lakukan bersama tim SAR gabungan. KN 218 dari Basarnas Pekanbaru sudah bergabung untuk memperkuat operasi di lapangan,” ujarnya.
Total personel yang terlibat dalam operasi SAR berjumlah sembilan orang, terdiri dari enam personel Basarnas, dua anggota Polair Selatpanjang, serta satu personel Pos TNI AL Selatpanjang.
“Dari Polair Meranti ada dua orang, Pos AL Selatpanjang satu orang,” jelasnya.
Seiring belum ditemukannya korban, tim SAR terus memperluas area pencarian. Jika sebelumnya penyisiran dilakukan hingga radius 10 mil laut, maka hingga hari ini pencarian diperluas hingga 26 mil laut (Nm) dari titik lokasi kejadian, dengan mempertimbangkan arah arus laut dan kondisi perairan yang dinamis.
Selain armada SAR, pihak keluarga korban juga turut melakukan pencarian secara mandiri dengan menyewa kapal, menyisir perairan sekitar Pulau Rangsang dan jalur pelayaran terdekat.
Prima menegaskan, hari ini menjadi hari terakhir operasi pencarian aktif sesuai dengan prosedur SAR.
“Jika korban belum ditemukan hari ini, maka operasi SAR resmi akan dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan,” ujarnya.
Meski demikian, koordinasi tetap dilakukan dengan nelayan dan aparat setempat.
“Kami tetap berkoordinasi dengan nelayan dan aparat. Apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian akan dibuka kembali,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tabrakan dua speedboat, Mega Fajar 5 dan Levindo 10, terjadi pada Senin malam (2/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Insiden tersebut menyebabkan satu awak kapal terjatuh ke laut, sementara beberapa kru lainnya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke RSUD Tanjung Balai Karimun.
Hingga kini, pencarian masih berpacu dengan waktu di jalur pelayaran yang dikenal padat dan berisiko tinggi, terutama pada malam hari. (wir)
Editor : M. Erizal