SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti roadshow menuju pemerintah pusat. Agenda yang dipimpin oleh Bupati H Asmar dan Wakil Bupati Muzamil mulai agresif untuk menangkap peluang program pembangunan dari pemerintah pusat.
Agenda dimulai dengan pertemuan bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera III di Pekanbaru.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Meranti membahas persoalan pengendalian banjir, penguatan tanggul, serta kebutuhan peningkatan infrastruktur sumber daya air yang selama ini menjadi tantangan serius di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Masih di hari yang sama, rombongan Pemkab Meranti melanjutkan agenda ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta.
Audiensi difokuskan pada sinkronisasi usulan program daerah agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan prioritas pembangunan pemerintah pusat, sehingga peluang pendanaan dan dukungan program dapat dimaksimalkan mulai tahun anggaran 2026.
Salah satu agenda krusial yang telah dilaksanakan adalah kunjungan kerja ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Senin (9/2/2026).
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin SM, MM, memimpin langsung audiensi tersebut sebagai bagian dari upaya percepatan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan di daerah.
Dalam pertemuan yang diterima Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamaludin S.KM, M.Kes, Pemkab Meranti menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari penambahan ambulans, penguatan layanan Public Service Center (PSC) 119, distribusi oksigen konsentrator, pemenuhan dokter spesialis, hingga pengembangan karier dan beasiswa pendidikan bagi SDM kesehatan asal Kepulauan Meranti.
“Dengan kondisi geografis yang berpulau dan infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai, kami harus bergerak langsung ke pusat. Kami ingin memastikan layanan kesehatan masyarakat Meranti bisa lebih cepat, lebih merata, dan lebih berkualitas,” tegas Wabup Muzamil.
Audiensi tersebut membuahkan hasil. Kemenkes RI menyatakan komitmen untuk mendistribusikan 50 unit oksigen konsentrator ke fasilitas kesehatan di Kepulauan Meranti, mendukung percepatan layanan PSC 119, serta membuka akses program tugas belajar bagi ASN perawat dan beasiswa afirmasi dokter. Sementara untuk penambahan ambulans, Kemenkes akan melakukan penyelarasan data melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan.
Rangkaian roadshow kemudian berlanjut ke Kementerian Perhubungan RI untuk membahas penguatan konektivitas antarpulau, pengembangan pelabuhan, transportasi laut, serta aspek keselamatan pelayaran yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat Meranti.
Pemkab Meranti juga menjadwalkan audiensi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kementerian Pekerjaan Umum, dengan fokus pada pembangunan perumahan layak, kawasan permukiman, sanitasi, peningkatan jalan, dan infrastruktur dasar lainnya yang masih menjadi kebutuhan utama wilayah kepulauan.
Agenda berikutnya menyasar sektor ketahanan pangan melalui pertemuan dengan Kementerian Pertanian RI di Ragunan, guna membahas penguatan komoditas unggulan daerah, dukungan sarana produksi pertanian, serta program pemberdayaan petani.
Roadshow ditutup dengan audiensi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang diarahkan pada rehabilitasi sekolah, pemenuhan sarana pendidikan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Wakil Bupati Muzamil menegaskan, rangkaian pertemuan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan kerja konkret untuk memastikan Kepulauan Meranti tidak tertinggal dalam perebutan program nasional.
“Kami datang membawa data, kebutuhan nyata masyarakat, dan kesiapan daerah. Semua usulan akan kami kawal agar benar-benar masuk program dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui roadshow lintas kementerian ini, Pemkab Kepulauan Meranti berharap berbagai program strategis dapat mulai terealisasi pada tahun 2026, sekaligus mempercepat terwujudnya pembangunan yang merata dan berkelanjutan di wilayah kepulauan. (wir)
Editor : M. Erizal