Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Meranti Panic Buying, Warga Serbu SPBU Usai Isu Stok BBM Nasional Menipis

Wira Saputra • Sabtu, 7 Maret 2026 | 11:07 WIB

Antrean panjang pembeli BBM di SPBU Imam Bonjol Kecamatan Tebingtinggi, Sabtu (7/3/2026).
Antrean panjang pembeli BBM di SPBU Imam Bonjol Kecamatan Tebingtinggi, Sabtu (7/3/2026).

SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) - Isu nasional terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang disebut hanya tersisa sekitar 20 hari mulai berdampak hingga ke daerah. Di Kabupaten Kepulauan Meranti, sejumlah warga dilaporkan mulai melakukan pembelian BBM dalam jumlah berlebih di beberapa SPBU pada Sabtu (7/3/2026).

Pantauan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Selatpanjang menunjukkan antrean kendaraan lebih panjang dibanding hari biasanya. Salah satunya seperti SPBU Imambonjol Kecamatan Tebingtinggi.

Masyarakat mengaku khawatir terjadi kelangkaan BBM setelah beredar informasi di media sosial mengenai stok nasional yang disebut terbatas. Demikian dikatakan Santo warga setempat yang ikut mengantre.

“Banyak kabar di internet bilang stok BBM tinggal sedikit karena konflik Timur Tengah. Jadi saya isi penuh saja untuk berjaga-jaga,” ujarnya.

Namun pihak pengelola SPBU memastikan distribusi BBM di wilayah Meranti masih berjalan normal dan tidak ada pengurangan pasokan.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya telah memberikan klarifikasi bahwa kondisi stok BBM nasional sebenarnya masih aman.

Menurut Bahlil, kapasitas penyimpanan minyak Indonesia sejak lama memang hanya sekitar 25 hari. Saat ini stok nasional berada di kisaran 23 hari, sehingga masih berada di atas standar minimal nasional.

“Standar minimal ketersediaan kita harus di atas 20 hari. Sekarang sekitar 23 hari, artinya masih aman. Tidak perlu panic buying,” kata Bahlil.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah bersama Pertamina telah melakukan pengalihan sumber impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, Nigeria, dan Brasil untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Meski demikian, pemerintah daerah dan aparat di Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum tentu benar. Warga diminta membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap stabil.

Hal itu dipastikan langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, yang telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik, termasuk SPBU di Jalan Imam Bonjol.

Baca Juga: Hasil Piala FA: Arne Slot Puji Rio Ngumoha yang Istimewa setelah Liverpool Kalahkan Wolves 3-1

Dari hasil pemantauan tersebut, pemerintah daerah memastikan pasokan BBM masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

“Stok BBM saat ini masih aman bahkan lebih. Dalam waktu dekat juga akan datang tambahan sekitar 300 kiloliter untuk menambah persediaan,” ujar Muzamil.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar serta tidak melakukan pembelian berlebihan.

Dengan kondisi distribusi yang tetap berjalan normal, masyarakat diharapkan tetap tenang dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.(wir)



Editor : Edwar Yaman
#konflik timur tengah #BBM nasional menipis #meranti #panic buying