Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pascakebakaran Kecil, Meranti Masih Bebas Titik Api meski Terpantau Hot Spot oleh BMKG Pekanbaru

Wira Saputra • Selasa, 24 Maret 2026 | 17:47 WIB

Ilustrasi karhutla. Hingga saat ini total lahan terbakar di Inhil mencapai 13,5 hektare.
Ilustrasi karhutla. Hingga saat ini total lahan terbakar di Inhil mencapai 13,5 hektare.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Memasuki H+3 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Selasa (24/3/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru kembali mendeteksi dua titik panas (hot spot) di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Temuan tersebut muncul di tengah meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau dalam beberapa hari terakhir.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Meranti, Ardath, S.IP, kepada Riau Pos menegaskan bahwa dua titik yang terdeteksi tersebut bukan merupakan titik api.

“Yang terpantau itu hanya titik panas, bukan titik api. Jadi tidak ada kebakaran aktif di lokasi tersebut,” jelas Ardath.

Ia memastikan bahwa hingga saat ini kondisi di Kepulauan Meranti relatif aman dan terkendali. Bahkan, pihaknya menyatakan bahwa wilayah tersebut dalam kondisi nihil karhutla, setelah sebelumnya sempat terjadi beberapa kejadian kebakaran yang berhasil ditangani dengan cepat.

Ardath menjelaskan, pada 21 Maret 2026 sempat terjadi kebakaran lahan di perbatasan Desa Lukun dan Kecamatan Sungai Tohor dengan luas kurang lebih satu hektare. Namun, api berhasil dipadamkan dan saat ini sudah tidak menyisakan titik api.

Selanjutnya, pada 22 Maret 2026 juga sempat terdeteksi titik api di area semak belukar di Jalan Dorak, Gang H Don, Kecamatan Tebingtinggi, dengan luas lahan terbakar kurang dari satu hektare. Kejadian tersebut juga telah berhasil ditangani oleh tim di lapangan.

“Seluruh kejadian yang sempat muncul sudah berhasil dipadamkan. Saat ini tidak ada lagi titik api di Meranti,” tegasnya.

Meski demikian, BPBD Kepulauan Meranti tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering berpotensi memicu munculnya titik panas baru.

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan tidak terjadi kebakaran lanjutan di wilayah Kepulauan Meranti.(wir)

Editor : Edwar Yaman
#karhutla #bmkg pekanbaru #hot spot #titik api