Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Distribusi Terlambat, Elpiji 3 Kg Langka di Meranti

Henny Elyati • Kamis, 9 April 2026 | 09:53 WIB
Warga sedang membawa tabung elpiji 3 Kg kosong di Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, Rabu (8/4/2026). (WARGA UNTUK RIAU POS)
Warga sedang membawa tabung elpiji 3 Kg kosong di Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, Rabu (8/4/2026). (WARGA UNTUK RIAU POS)

 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Kelangkaan elpiji 3 kilogram mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti dalam dua hari terakhir. Warga mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut di sejumlah pangkalan maupun pengecer.

Seorang warga Alahair, Kecamatan Tebingtinggi, Anum mengatakan, sudah dua hari terakhir dirinya berkeliling mencari elpiji 3 Kg namun belum berhasil mendapatkannya.

‘’Sudah dua hari ini susah sekali cari gas. Di pangkalan kosong, di warung juga tidak ada,’’ keluhnya, Rabu (8/4).

Menurutnya, kondisi ini cukup menyulitkan masyarakat, terutama bagi rumah tangga kecil yang sangat bergantung pada elpiji 3 Kg untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

‘’Harapannya bisa segera normal lagi, karena ini kebutuhan pokok,’’ tambahnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepulauan Meranti, Marwan, membenarkan adanya keterlambatan distribusi elpiji 3 Kg ke wilayah tersebut. Ia menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh penyesuaian jadwal pengambilan di SPBE dari Pertamina serta kendala transportasi laut.

Baca Juga: Stok BBM dan LPG di Kateman Inhil Dipastikan Cukup

‘’Memang ada keterlambatan pemasukan elpiji 3 Kg ke Meranti. Ini karena penyesuaian jadwal pengambilan dari SPBE dan juga faktor transportasi laut,’’ jelasnya kepada Riau Pos.

Marwan merincikan, salah satu agen penyalur PT Mutiara Riski yang melayani 23 pangkalan dengan kuota 19.600 tabung turut terdampak keterlambatan tersebut. Pada awal April 2026, pengambilan elpiji masih terbatas.

‘’Pada tanggal 1 dan 2 April itu baru bisa diambil sekitar 5 load (LO), sementara 

Wabup juga menegaskan memberikan perhatian terhadap kejadian tersebut dan mengharapkan agar dinas terkait dalam hal ini Diskes Rohil dapat berperan lebih lagi menyikapi adanya kejadian DBD ini. 

Sementara pihak Diskes Rohil dikonfirmasi terpisah belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Kepala Diskes Rohil Afridah melalui Kabid P2P Eva Diana Roza tak memberikan tanggapan ketika ditanyakan tentang perkembangan kasus DBD di Rohil dan sejauh mana penanganannya.(hen)

Editor : Arif Oktafian
#gas bersubsidi #kepulauan meranti #lpg