SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Operasi pencarian terhadap penumpang yang dilaporkan melompat dari kapal Dumai Line masih terus berlangsung hingga hari kelima, Selasa (14/4/2026). Namun, sampai saat ini korban belum juga ditemukan.
Tim SAR gabungan memperluas area pencarian hingga ke wilayah Teluk Samak dengan radius sekitar 7 nautical mile (NM) dari titik awal kejadian. Perluasan area ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus menjauh dari lokasi pertama dilaporkan jatuh ke laut.
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengatakan pencarian pada hari keempat difokuskan pada penyisiran permukaan laut dan pemantauan arah hanyut korban.
Baca Juga: 4 Mei, 223 JCH Pelalawan Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci
“Area pencarian hari ini diperluas hingga ke Teluk Samak dengan radius 7 mil laut dari titik lokasi awal kejadian. Hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” ujar Prima kepada Riaupos.co.
Ia menjelaskan, dalam proses pencarian kali ini tidak hanya melibatkan tim SAR gabungan, tetapi juga pihak keluarga korban yang turut melakukan penyisiran di perairan sekitar lokasi kejadian. Artinya seluruh unsur berupaya memaksimalkan penyisiran sejak laporan pertama diterima beberapa hari lalu.
Peristiwa ini bermula pada Jumat (10/4/2026), saat seorang penumpang kapal MV Dumai Line 1 dilaporkan melompat ke laut di perairan sekitar Repan, Kepulauan Meranti. Saat itu kapal sedang berlayar dari Pelabuhan Buton menuju Tanjung Samak, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanjung Balai Karimun dan Batam.
Korban diketahui bernama Nasri (32), warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami gangguan kesehatan usai menjalani perawatan. Menurut informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat berjalan ke bagian belakang kapal, lalu melompat ke laut tanpa sempat dicegah.
Tim di lapangan memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel.(wir)