Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Realisasi Tunda Bayar Pemkab Meranti Tembus Rp105 Miliar meski Menyisakan Beban yang Signifikan

Wira Saputra • Selasa, 21 April 2026 | 16:12 WIB

Kepala BPKAD Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko. (Dok Riaupos.co)

Kepala BPKAD Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko. (Dok Riaupos.co)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Pemkab Kepulauan Meranti terus menunjukkan progres dalam penyelesaian beban tunda bayar yang berasal dari belanja daerah tahun anggaran 2024 dan 2025. Hingga kini, realisasi pembayaran telah menembus angka lebih dari Rp105 miliar.

Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), total kewajiban tunda bayar yang menjadi beban hingga tahun anggaran 2026 mencapai Rp193,51 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp105,22 miliar telah berhasil diselesaikan.

Rinciannya, untuk tahun anggaran 2024, realisasi pembayaran telah mencapai Rp68,69 miliar dari total hutang Rp118,66 miliar. Sementara pada tahun anggaran 2025, pembayaran yang telah dilakukan sebesar Rp36,52 miliar dari total Rp74,85 miliar.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kampar Desak Hasil Uji Laboratorium Dugaan Pencemaran Sungai Tapung Segera Dibuka ke Publik 

Meski capaian penyelesaian menunjukkan tren positif, sisa beban tunda bayar masih tergolong besar, yakni sekitar Rp88,36 miliar. Angka ini menjadi fokus lanjutan pemerintah daerah dalam menjaga kesinambungan fiskal.

Kepala BPKAD Kepulauan Meranti, Fajar Tuasmoko, menyampaikan bahwa progres penyelesaian ini merupakan hasil dari langkah konsisten pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir.

“Nilai tunda bayar terus mengalami penurunan seiring upaya penyelesaian yang dilakukan secara bertahap. Ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi fiskal,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: PJU Mati Berulang Akibat Diduga Pencurian Kabel, Lemahnya Pengawasan Dishub Pekanbaru

Ia menambahkan, berbagai strategi telah diterapkan untuk mendorong percepatan realisasi pembayaran, termasuk penghematan anggaran dan penyesuaian prioritas belanja.

Namun demikian, penyelesaian penuh masih membutuhkan waktu, mengingat kapasitas keuangan daerah yang terbatas. Pemerintah daerah tetap berupaya agar proses pembayaran dapat berjalan optimal tanpa mengganggu jalannya program prioritas lainnya.

Secara umum, realisasi penyelesaian yang telah melampaui separuh total beban menjadi indikator positif dalam upaya pemulihan keuangan daerah. Pemerintah diharapkan dapat terus menjaga konsistensi ini agar sisa kewajiban dapat dituntaskan secara bertahap di tahun-tahun berikutnya.(wir)

Baca Juga: 256 JCH Inhu Dilepas Dua Gelombang, Pekan Depan Mulai Jadwal Pengantaran Koper 

Editor : Edwar Yaman
#fajar triasmoko #tunda bayar #pemkab meranti #bpkad meranti