Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

41 Ribu KK di Meranti Bakal Terima Bantuan Pangan Nontunai

Wira Saputra • Rabu, 22 April 2026 | 11:31 WIB
IFWANDI. (JPG)
IFWANDI. (JPG)

 
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam waktu dekat akan menyalurkan bantuan pangan nontunai (BPNT) kepada sekitar 41.000 kepala keluarga (KK) yang tergolong kurang mampu.

Program ini merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui Perum Bulog, dengan paket bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap keluarga penerima manfaat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Meranti Ifwandi mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap persiapan, khususnya terkait ketersediaan logistik bantuan sebelum didistribusikan ke masyarakat.

”Dalam waktu dekat ini akan disalurkan. Saat ini masih dalam tahap persiapan persediaan bantuan yang akan diserahkan,” ujar Ifwandi kepada Riau Pos, Selasa (21/4) siang melalui sambungan telepon.

Ia menjelaskan bahwa program bantuan pangan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan pemerintah pusat melalui Bulog untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, pada tahun 2026 ini jumlah penerima mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: ASN Bekerja di Kantor Camat Terdekat WFH di Kuansing Dimulai Jumat Ini

”Program ini rutin dari Bulog. Hanya saja tahun ini jumlah penerima manfaat meningkat menjadi sekitar 41.000 kepala keluarga. Sementara pada tahun 2025 lalu hanya sebanyak 31.537 kepala keluarga,” jelasnya.

Ifwandi menambahkan, peningkatan jumlah pe­nerima tersebut didasarkan pada pembaruan basis data penerima manfaat yang kini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini merupakan sistem terpadu yang memuat profil kesejahteraan rumah tangga secara nasional untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran.

Dalam DTSEN, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan. Kelompok desil 1 hingga 4, yang merupakan kategori paling rendah, menjadi prio­ritas utama dalam penyaluran bantuan sosial, termasuk program BPNT.

”Dengan penggunaan data terpadu ini, diharapkan penyaluran bantuan bisa lebih tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar memerlukan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ifwandi berharap bantuan pangan tersebut tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah.

”Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mendukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dalam mengendalikan inflasi pangan,” tutupnya.(wir)

Editor : Arif Oktafian
#Selat Panjang #kk #bpnt