Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Krisis Minyakita di Meranti Berlarut

Wira Saputra • Kamis, 30 April 2026 | 11:22 WIB
MARWAN. (JPG)
MARWAN. (JPG)

 
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Kelangkaan minyak goreng subsidi pemerintah merek Minyakita masih terjadi di wilayah Kepulauan Meranti. Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh prioritas penyaluran untuk program bantuan sosial serta ada­nya pembatasan distribusi, meskipun sebelumnya sempat masuk sebanyak 740 kotak dengan kapasitas setara 8.880 liter.

Pasokan Minyakita yang sempat beredar dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak bertahan lama. Memasuki pekan pertama pasca Idulfitri 1447 H, stok kembali menipis dan kini sulit ditemukan di tingkat agen maupun pengecer di Selatpanjang.

Dinas Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti mengungkapkan bahwa distribusi Minyakita saat ini belum berjalan normal karena Bulog masih memprioritaskan kebutuhan program bantuan langsung non tunai (BLT). Program tersebut menyasar sekitar 40 ribu keluarga, dengan setiap paket bantuan berisi empat liter Minyakita.

Baca Juga: Penjaringan Ketua KONI Kepulauan Meranti Dibuka

Selain itu, Bulog juga disebut membatasi penyaluran ke wilayah Kepulauan Meranti hanya sekitar 20 dus per pekan. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

”Kalau hanya 20 dus per pekan, tentu tidak akan mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat Meranti yang diperkirakan mencapai 200.000 liter per bulan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan, Rabu (29/4).

Akibatnya, masyarakat umum kembali kesulitan mendapatkan Minyakita di pasaran. Kalaupun tersedia, jumlahnya terbatas dan cepat habis diserbu pembeli.

”Sempat ada masuk bebe­rapa waktu lalu, tapi langsung habis. Sekarang susah lagi cari di warung,” ungkap salah seorang warga.

Pemerintah daerah menga­ku telah berkoordinasi dengan Bulog agar distribusi untuk pasar umum dapat segera kembali normal. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan pasokan akan kembali stabil.

Baca Juga: Prioritas BLT dan Pembatasan Pasokan Picu Krisis Minyakita di Meranti Berlarut

Meski demikian, pengawasan terhadap harga tetap dilakukan. Pemerintah menegaskan tidak akan mentolerir adanya penjualan di atas HET saat stok kembali tersedia.

Kelangkaan ini menunjukkan bahwa prioritas penyaluran bantuan sosial dan pembatasan distribusi berdampak langsung terhadap ketersediaan Minyakita di pasar umum. 

Pemerintah daerah berharap setelah program bantuan selesai dan distribusi dilonggarkan, pasokan dapat kembali merata sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh minyak goreng bersubsidi. Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak Perum Bulog Bengkalis juga telah dilakukan. Riau Pos yang berulang kali mencoba menghubungi Pemimpin Cabang Perum Bulog Bengkalis, Delly Bayu Putra. Namun hingga Delly belum memberikan tanggapan.(yls)

Laporan WIRA SAPUTRA

 

Editor : Arif Oktafian
#Marwan #MinyakKita #minyak goreng #dinas perdagangan