SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Sejumlah investor dari Johor Bahru, Malaysia, mulai melirik komoditas unggulan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai sumber pasokan bahan baku industri. Kelapa, sagu dan kopi liberika menjadi produk yang paling diminati karena dinilai memiliki potensi besar dan didukung kedekatan geografis dengan Malaysia.
Ketertarikan tersebut mengemuka dalam pertemuan daring yang difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Rabu (3/6/2026). Dalam pertemuan itu, investor Malaysia mengungkapkan kebutuhan mereka terhadap sejumlah komoditas yang selama ini pasokannya belum sepenuhnya terpenuhi.
Pimpinan perusahaan ekspor-impor Gresik Jaya, Kamarudin, mengatakan kelapa asal Kepulauan Meranti memiliki peluang pasar yang cukup besar. Selain jaraknya lebih dekat ke Malaysia, biaya distribusi juga dinilai lebih rendah dibandingkan pasokan dari daerah lain.
Baca Juga: Meranti Tetapkan 64 Kafilah MTQ Riau, Fokus Matangkan Persiapan di Semua Cabang
"Selama ini kami masih mengalami keterbatasan pasokan untuk beberapa komoditas. Meranti memiliki peluang untuk mengisi kebutuhan tersebut," ujarnya.
Hal senada disampaikan Pengelola Koperasi Universitas Pahang, H Syahrul Naim. Menurutnya, kopi liberika dan kelapa merupakan komoditas yang banyak dibutuhkan industri di Malaysia, termasuk industri pengolahan santan dan produk turunannya.
Dari sisi produksi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menawarkan sejumlah komoditas unggulan seperti sagu, kelapa, kopi liberika, karet dan pinang. Selain itu, sektor perikanan juga dinilai memiliki prospek ekspor, terutama untuk jenis ikan bernilai ekonomi tinggi.
Baca Juga: Bangunan Sekolah Rakyat Capai 62 Persen, Kementerian PU Kejar Tahun Ajaran Baru Beroperasi
Namun peluang tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri. Ketersediaan pasokan dalam jumlah besar dan berkelanjutan menjadi salah satu syarat utama yang dibutuhkan investor sebelum kerja sama perdagangan dapat direalisasikan.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin mengatakan pemerintah daerah akan berupaya memastikan kebutuhan pasar dapat dipenuhi. Selain mengandalkan produksi lokal, pemerintah juga membuka kemungkinan membangun kemitraan dengan daerah lain jika permintaan melebihi kapasitas produksi yang ada.
Menurut Muzamil, peluang pasar Malaysia tidak hanya dapat meningkatkan penjualan komoditas mentah, tetapi juga mendorong pengembangan industri pengolahan di daerah. Produk seperti sagu, kelapa dan kopi dinilai memiliki nilai tambah lebih tinggi apabila dipasarkan dalam bentuk olahan.
Baca Juga: Bangunan Sekolah Rakyat Capai 62 Persen, Kementerian PU Kejar Tahun Ajaran Baru Beroperasi
"Yang terpenting bukan hanya menjual bahan baku, tetapi bagaimana komoditas yang dimiliki masyarakat bisa memberikan nilai ekonomi yang lebih besar," katanya.
Selain peluang ekspor, pertemuan tersebut juga membahas kemungkinan perdagangan dua arah. Kepulauan Meranti masih membutuhkan berbagai komoditas pangan yang selama ini sebagian dipasok dari luar daerah. Kedekatan dengan Malaysia dinilai dapat menjadi alternatif untuk menekan biaya distribusi dan menjaga stabilitas harga.
Sebagai tindak lanjut, investor bersama KJRI Johor Bahru dijadwalkan melakukan kunjungan langsung ke Kepulauan Meranti guna melihat kondisi produksi di lapangan serta mengukur kesiapan pasokan sebelum kerja sama bisnis diwujudkan.
Editor : Rinaldi