SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Meski sebagian besar bejalan lancar, hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA, SMK dan sederajat di Kabupaten Kepulauan Meranti masih diwarnai sejumlah kendala yang dialami calon peserta didik, Senin (8/6/2026).
Keterbatasan akses internet hingga minimnya pemahaman terhadap sistem pendaftaran online membuat sebagian calon siswa terpaksa mendatangi sekolah untuk mendapatkan bantuan.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di Kepulauan Meranti yang masih memiliki sejumlah wilayah dengan akses jaringan internet terbatas.
Meski pendaftaran dilakukan secara daring, tidak semua calon peserta didik dapat mengakses sistem dari tempat tinggal mereka.
Syahrul, warga Kecamatan Rangsang Pesisir, mengaku harus datang langsung ke sekolah karena mengalami kesulitan mengakses layanan pendaftaran secara online.
"Kami kesulitan jaringan internet, sehingga memilih datang langsung ke sekolah untuk dibantu melakukan pendaftaran," ujarnya.
Baca Juga: Lantik 215 Kepsek, Bupati Bengkalis Kasmarni Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Pungli PPDB
Situasi serupa juga diakui Kepala SMAN 1 Tebingtinggi, Poyadi. Menurutnya, sejak awal pihak sekolah telah mengantisipasi kemungkinan munculnya kendala teknis di lapangan dengan membuka layanan pendampingan bagi masyarakat.
"Sebagian besar lancar prosesnya. Namun kami telah mengantisipasi kemungkinan munculnya kendala teknis di lapangan dengan membuka layanan pendampingan bagi masyarakat," ujarnya, Poyadi kepada Riau Pos, Senin (8/6/2026).
Selain pendaftaran secara daring, panitia juga menyediakan layanan semi online dan offline untuk membantu calon peserta didik yang mengalami kesulitan.
Baca Juga: Bansos Daerah Rp5,3 Miliar Disorot, Komisi II DPRD Kampar Cek Potensi Duplikasi Penerima
"Meranti masih masuk kategori daerah 3T. Masih ada desa-desa yang akses internetnya belum memadai. Selain itu, ada juga calon peserta didik yang belum memahami tata cara registrasi online. Karena itu sekolah membuka layanan bantuan pendaftaran," ujarnya.
Menurut Poyadi yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Kepulauan Meranti, belasan calon peserta didik telah mendatangi sekolah pada hari pertama pelaksanaan SPMB.
Mayoritas datang karena terkendala jaringan internet maupun ketidaktahuan dalam mengoperasikan sistem pendaftaran.
"Alasan mereka beragam. Ada yang tidak memiliki paket internet, ada yang tidak mendapatkan jangkauan internet, dan ada juga yang belum memahami cara melakukan pendaftaran. Karena itu kami bantu langsung di sekolah. Untuk hari pertama ditempat kami ada belasan orang yang mendaftar langsung ke sekolah," ujarnya.
Meski dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan, Poyadi memastikan sistem pendaftaran secara keseluruhan berjalan lancar dan belum ditemukan gangguan pada server maupun aplikasi yang digunakan.
"Sejauh ini sistem aman dan tidak ada gangguan," tambahnya.
Baca Juga: SPMB 2026, SMAN 1 Teluk Kuantan Target 324 Murid Baru
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir apabila mengalami kesulitan saat mendaftar. Seluruh sekolah telah membuka layanan informasi dan pendampingan bagi calon peserta didik maupun orang tua.
Selain itu, Poyadi menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya apa pun.
"Proses penerimaan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, terbuka dan transparan. Tidak ada pungutan biaya dalam proses pendaftaran. Jika mengalami kendala, masyarakat dapat langsung datang ke sekolah untuk mendapatkan bantuan dari panitia," tegasnya.
Baca Juga: Jemaah Haji Kampar Kloter 06 Tiba di Batam, Seluruh Jamaah Pulang dengan Selamat
Dengan adanya layanan pendampingan tersebut, diharapkan keterbatasan akses internet yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kepulauan Meranti tidak menghalangi kesempatan calon peserta didik untuk mengikuti SPMB tahun ajaran 2026/2027. (wir)
Editor : M. Erizal