SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Setelah mendapat ultimatum keras dari Bupati Kepulauan Meranti terkait persoalan kelistrikan yang dinilai membahayakan pelayanan medis, UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang akhirnya mengambil langkah darurat dengan menggunakan genset pinjaman dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Langkah tersebut diambil menyusul rentetan pemadaman listrik yang beberapa kali terjadi di RSUD Selatpanjang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu memicu kekhawatiran serius karena rumah sakit merupakan fasilitas vital yang bergantung pada pasokan listrik stabil untuk menunjang pelayanan medis.
Meski demikian, genset pinjaman dari PUPR tersebut hanya berkapasitas 45 kVA, jauh di bawah kebutuhan ideal rumah sakit. Artinya, pembangkit itu hanya difungsikan sebagai solusi darurat untuk mengantisipasi pemadaman mendadak dari PLN.
Baca Juga: Wako Pekanbaru Agung Nugroho Minta Masyarakat Ikut Awasi Pelaksanaan SPMB
Sementara itu, pembangkit utama milik RSUD dengan kapasitas 2x600 kVA masih dalam proses servis dan perbaikan agar dapat kembali difungsikan secara normal.
Direktur RSUD Selatpanjang, dr Joko Santoso, mengatakan penggunaan genset pinjaman tersebut merupakan hasil koordinasi bersama Dewan Pengawas (Dewas) RSUD sebagai respons cepat atas kondisi darurat yang terjadi.
“Hasil rapat dengan Dewas, akhirnya kami dipinjamkan genset dari PUPR untuk sementara waktu. Kemudian mesin pembangkit utama akan segera diperbaiki hingga bisa digunakan kembali,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: Tiga Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Riau, Tahun Ini Tambah 1 Sekolah Baru
Didampingi Kabag TU Almaydah dan Kabid Penunjang Romi, Joko menjelaskan bahwa untuk solusi jangka panjang, pihak rumah sakit juga mempertimbangkan pengadaan mesin baru.
Pasalnya, kapasitas mesin yang ada saat ini dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menopang kebutuhan listrik seluruh bangunan RSUD yang terus berkembang.
“Kita sudah banyak melakukan penambahan sarana dan prasarana di RSUD. Jadi walaupun dua mesin hidup kembali, kapasitasnya masih belum mencukupi kebutuhan kelistrikan rumah sakit,” jelas Joko.
Romi menambahkan, karena kapasitas genset pinjaman sangat terbatas, pasokan listrik nantinya hanya akan diprioritaskan untuk ruang-ruang kritis seperti ICU, IGD, HCU, dan ruang Perinatologi.
“Kapastias gensetnya kecil. Kalau terjadi pemadaman, kita prioritaskan ruangan-ruangan vital dulu, karena genset dari PUPR tidak mampu mengaliri seluruh area rumah sakit,” ujarnya.
Saat ini, pihak RSUD juga tengah melakukan pemasangan kabel untuk menghubungkan genset darurat tersebut ke panel utama gedung.
Baca Juga: 420 Orang akan Jadi Murid Perdana Sekolah Rakyat Kuansing
“Mesin ini sifatnya hanya untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu listrik padam mendadak,” tambahnya.
Kondisi kelistrikan di RSUD Selatpanjang sendiri memang sempat berada pada titik yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa hari terakhir, pemadaman listrik mendadak beberapa kali terjadi akibat gangguan jaringan PLN.
Mulai dari gangguan yang dipicu satwa liar pada jaringan listrik pada Jumat (5/6/2026) malam yang menyebabkan listrik padam sekitar 20–30 menit, hingga insiden pohon tumbang di depan Kantor Bupati yang mengakibatkan pasokan listrik ke RSUD terputus selama hampir tiga jam.
Beruntung, saat insiden terjadi tidak ada tindakan operasi maupun pasien kritis yang bergantung penuh pada alat medis berbasis listrik. Jika situasinya berbeda, risiko yang muncul bisa jauh lebih fatal dan berpotensi mengancam keselamatan pasien.
Penggunaan genset pinjaman ini pun dinilai sebagai bukti bahwa RSUD tak lagi punya banyak pilihan setelah ultimatum dari kepala daerah agar persoalan kelistrikan segera dituntaskan.
Sebab dalam pelayanan kesehatan, listrik bukan sekadar fasilitas penunjang melainkan urat nadi yang menentukan keselamatan nyawa manusia. (wir)
Editor : M. Erizal