Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Terkontaminasi Sekolah Favorit, 163 SD di Meranti Gagal Penuhi Kuota SPMB

Wira Saputra • Rabu, 8 Juli 2026 | 16:23 WIB
Ilustrasi SPMB 2026. (Dok Jawapos.com)
Ilustrasi SPMB 2026. (Dok Jawapos.com)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Kepulauan Meranti telah berakhir. Namun, hasilnya menunjukkan masih terjadi ketimpangan minat masyarakat dalam memilih sekolah. 

Dari total 170 Sekolah Dasar (SD) yang membuka penerimaan murid baru, hanya tujuh yang berhasil memenuhi kuota. Kondisi serupa juga terjadi di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), di mana hanya dua dari 58 sekolah yang kuotanya terisi penuh.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti mencatat jumlah pendaftar tahun ini mencapai 2.891 murid untuk jenjang SD dan 2.009 pelajar untuk jenjang SMP yang tersebar di sembilan kecamatan. 

Baca Juga: Plt Bupati Sampaikan Pidato Pengantar LPJ 2025, Sempat Molor Beberapa Jam

Meski jumlah pendaftar cukup besar, penyebarannya tidak merata sehingga hanya sebagian kecil sekolah yang menjadi tujuan utama para orang tua.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Irwanto, saat dikonfirmasi, kemarin (7/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan sebaran pendaftar, Kecamatan Tebing Tinggi masih menjadi wilayah dengan jumlah calon peserta didik terbanyak, yakni 1.023 murid pada jenjang SD dan 743 pelajar pada jenjang SMP. 

Baca Juga: Ratusan Warga Binaan Lapas Bengkalis Terima Program PB dan CB

Selanjutnya Pulau Merbau mencatat 257 pendaftar SD dan 226 pendaftar SMP, Rangsang sebanyak 290 SD dan 204 SMP, Tasik Putri Puyu 249 SD dan 174 SMP, Rangsang Pesisir 232 SD dan 140 SMP, Rangsang Barat 228 SD dan 83 SMP, Tebing Tinggi Barat 219 SD dan 142 SMP, Tebing Tinggi Timur 200 SD dan 127 SMP, serta Merbau 193 SD dan 170 SMP.

"Untuk sekolah yang kuotanya belum terpenuhi, masyarakat masih bisa mendaftarkan anaknya selama daya tampung di sekolah tersebut masih tersedia," kata Irwanto.

Menurutnya, tingginya konsentrasi pendaftar di sekolah tertentu menjadi penyebab masih banyak sekolah lain yang belum mampu memenuhi kuota. Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, SD Negeri 2 Selatpanjang menjadi sekolah dasar yang paling diminati masyarakat, sedangkan di jenjang SMP, SMP Negeri 2 Selatpanjang menjadi tujuan favorit para calon peserta didik.

Baca Juga: Cerianya Warga Kota Dumai saat Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi

Irwanto mengakui terdapat sejumlah sekolah yang jumlah pendaftarnya bahkan melebihi kuota yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut membuat sebagian calon peserta didik harus dialihkan ke sekolah lain yang masih memiliki daya tampung.

"Memang ada beberapa sekolah yang pendaftarnya melebihi kuota. Karena itu kami arahkan agar mendaftar ke sekolah lain yang masih tersedia sesuai pilihan mereka," ujarnya.

Selain persoalan sebaran pendaftar, selama pelaksanaan SPMB Disdikbud Kepulauan Meranti juga menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan penerapan sistem zonasi di SD Negeri 2 Selatpanjang yang sempat menjadi perhatian para orang tua.

Baca Juga: Dikeluhkan Jadi Penyebab Banjir di Pekanbaru, Perbaikan Drainase Mulai Dikebut

"Pengaduan tersebut sudah kami tindak lanjuti dan dicarikan solusi. Kami memastikan pelaksanaan SPMB melalui sistem zonasi dilakukan secara murni, transparan, dan tidak ada permainan," tegasnya.

Ia menambahkan, hasil pelaksanaan SPMB tahun ini akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah, terutama untuk mengurangi ketimpangan peminat antar sekolah sekaligus meningkatkan kualitas layanan penerimaan peserta didik baru.

Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pengembangan sistem SPMB berbasis aplikasi yang akan dikolaborasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kepulauan Meranti.

Baca Juga: Tanoto Foundation Buka Pendaftaran Program Beasiswa Teladan 2027

"Dengan sistem berbasis aplikasi, kami berharap proses SPMB tahun depan akan semakin efektif, mudah diakses masyarakat, lebih transparan, akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi seluruh calon peserta didik," tutupnya.

Editor : Rinaldi
#kuota SPMB #sekolah favorit #kepulauan meranti