Mabes TNI Turunkan Jenderal dan Empat Pamen ke Meranti, Karhutla Jadi Perhatian Serius

Wira Saputra • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:11 WIB
Sekda Kepulauan Meranti Sudandri SH menggelar rapat dengan tim Mabes TNI terkait Karhutla. (Istimewa)
Sekda Kepulauan Meranti Sudandri SH menggelar rapat dengan tim Mabes TNI terkait Karhutla. (Istimewa)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat perhatian serius dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI).

Satu perwira tinggi dan empat perwira menengah (Pamen) diturunkan ke Meranti untuk membantu pemerintah daerah mengantisipasi sekaligus menanggulangi ancaman Karhutla, terutama di wilayah yang didominasi lahan gambut.

Penugasan Satuan Tugas (Satgas) TNI tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI Prabowo. Kehadiran tim Mabes TNI menjadi bagian dari upaya negara menghadapi potensi Karhutla di tengah kondisi panas ekstrem yang meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah daerah, termasuk Riau.

Baca Juga: Kabut Asap Masih Selimuti Pelalawan, Penderita ISPA Meningkat hingga Mencapai 978 Jiwa

Meranti dinilai memiliki kerawanan tersendiri karena sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut. Kondisi tersebut membuat pencegahan menjadi jauh lebih penting sebelum kebakaran meluas dan sulit dikendalikan.

Satgas Mabes TNI disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti Sudandri SH yang mewakili Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar. Kedatangan tim dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait di Aula Kantor PUPR Kepulauan Meranti, Kamis (27/8/2026).

Dalam rapat tersebut hadir Laksma TNI dr Imam Hidayat SpS selaku Staf Khusus Kasal, Kolonel Adm Dayatmoko, Letkol Ckm Widodo N SKM, Mayor Ckm Subekan, Mayor Ckm Suryadi SKM, Pabung Kodim 0303 Bengkalis, Danramil Selatpanjang, Danposal Selatpanjang, Staf Ahli Bupati, kepala OPD, serta para camat.

Baca Juga: Dua Daerah Tanggap Darurat Bencana Karhutla, Pemprov Riau Pantau Eskalasi 

Sekda Sudandri mengapresiasi langkah Mabes TNI yang menurunkan Satgas ke Meranti. Menurutnya, dukungan tersebut memperkuat upaya pemerintah daerah dalam mencegah dan menangani Karhutla.

Pemkab Meranti, ditegaskannya, siap berkolaborasi dengan Satgas TNI. Dukungan juga akan diberikan terhadap kebutuhan tim selama menjalankan penugasan di wilayah Meranti.

"Kita dari Pemkab Meranti siap mendukung penanggulangan Karhutla dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen lainnya. Kita berharap bencana Karhutla yang merugikan semua pihak ini tidak terjadi," ujar Sudandri.

Baca Juga: ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla di Kabupaten Kampar Capai 89 Kasus

Ia menegaskan pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat terkait dan masyarakat diperlukan, terutama untuk meningkatkan kesadaran terhadap ancaman kebakaran di lahan gambut.

Sementara itu, Laksamana I Dr Imam Hidayat mengatakan kehadiran tim Mabes TNI merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu daerah menghadapi persoalan Karhutla.

Langkah awal yang dilakukan Satgas adalah meninjau fasilitas pemadaman Karhutla yang dimiliki BPBD Meranti. Setelah itu, tim akan turun ke tengah masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya Karhutla serta langkah pencegahan dan penanganannya.

Baca Juga: Transaksi Pakai Kartu Kredit Bank Mandiri di FOX Hotel Pekanbaru, Dapat Diskon hingga Rp200 Ribu

"Karena berada di lahan gambut, ini ibarat berada di dekat tungku api yang sewaktu-waktu dapat terbakar. Karena itu, perlu diantisipasi oleh semua pihak," ungkap Imam.

Menurutnya, masyarakat harus memahami karakter dan dinamika kebakaran di lahan gambut. Pemahaman tersebut penting agar pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. Sebab, ketika api sudah membesar, penanganannya akan jauh lebih sulit.

"Kalau kebakaran terjadi, penanganannya juga harus dilakukan secara cepat dan tepat, termasuk upaya rehabilitasi setelah kebakaran," ujarnya.

Baca Juga: Setahun Tak Kunjung Disahkan, Empat Ranperda Jadi Beban Indeks Reformasi Hukum Meranti

Imam menyebut operasi yang dilakukan merupakan bagian dari kepedulian negara terhadap masyarakat. "Kita membantu sebagai bentuk kepedulian negara kepada rakyat, dalam bentuk operasi militer menggunakan semua alat utama untuk penanggulangan Karhutla," kata Imam.

Namun, penugasan Satgas tidak hanya berorientasi pada pemadaman. Tim juga memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal dan stabil di tengah ancaman Karhutla.

"Kita ingin memastikan kegiatan di tengah masyarakat dapat berjalan dengan baik dan stabil. Kita akan mengiringi masyarakat bagaimana anugerah alam gambut ini tidak menjadi sebuah halangan," lanjutnya.

Baca Juga: Epson EcoTank L1310 Teranyar, Printer Ringkas Andalkan Cetak Hemat dan Kapasitas Tinggi

Satgas Mabes TNI direncanakan berada di Kabupaten Kepulauan Meranti selama kurang lebih satu bulan. Selama penugasan, tim akan melakukan sejumlah langkah pencegahan, termasuk memeriksa kesiapan fasilitas BPBD serta melakukan sosialisasi di daerah rawan Karhutla.

Laksamana Pertama Imam Hidayat berharap sosialisasi tidak berhenti sebatas penyampaian informasi, tetapi benar-benar meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat.

Ia kembali menekankan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lahan gambut tetap produktif sekaligus mencegah munculnya titik api.

Baca Juga: Kajati Riau Lantik Lima Pejabat, Carel Williams Resmi Jabat Kajari Pekanbaru

Dengan keterlibatan Satgas TNI bersama Pemkab Meranti, aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat, ancaman Karhutla diharapkan dapat ditekan. Jika kebakaran terjadi, respons cepat juga diharapkan mampu mencegah api berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Editor : Rinaldi
mabes tni karhutla meranti lahan gambut Laksamana