
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kampar terus memantau dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat.
Hingga Kamis (27/8/2026), tercatat 89 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan satu kasus konjungtivitis dilaporkan fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kampar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Zulhendra Dasat melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Elfian mengatakan, data tersebut merupakan laporan harian dari fasilitas pelayanan kesehatan yang terus dihimpun dan diperbarui.
Baca Juga: Dua Daerah Tanggap Darurat Bencana Karhutla, Pemprov Riau Pantau Eskalasi
"Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan penyakit yang berkaitan dengan dampak kabut asap atau karhutla. Data dari fasilitas pelayanan kesehatan kami himpun setiap hari sebagai dasar untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan masyarakat," ujar Elfian.
Dalam laporan per 27 Agustus 2026, selain 89 kasus ISPA dan satu kasus konjungtivitis, belum tercatat kasus pneumonia, iritasi kulit, maupun asma yang berkaitan dengan kondisi kabut asap.
Elfian mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak kabut asap meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai serta menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.
"Kalau kondisi udara sudah tidak sehat, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan. Gunakan masker dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, mata perih atau iritasi," katanya.
Menurut Elfian, Diskes Kampar akan terus berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan pihak terkait untuk memperbarui data dampak kesehatan akibat karhutla.
Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan guna mendeteksi sedini mungkin apabila terjadi peningkatan kasus penyakit yang berpotensi berkaitan dengan paparan kabut asap.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




